Gunung Merapi Muntahkan Lava Pijar 4 Kali Sejauh 900 Meter

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Guguran lava di puncak Gunung Merapi terlihat dari Desa Hargobinangun, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, Ahad, 17 Januari 2021. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    Guguran lava di puncak Gunung Merapi terlihat dari Desa Hargobinangun, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, Ahad, 17 Januari 2021. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta empat kali meluncurkan guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 900 meter ke arah barat daya, arah hulu Kali Krasak dan Boyong. Guguran tersebut terjadi pada Rabu pukul 00.00 WIB sampai 06.00 WIB.

    Menurut Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, selama periode pengamatan itu Merapi juga mengalami 24 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-21 mm selama 13-109 detik dan satu kali gempa hembusan dengan amplitudo 7 mm selama 16 detik.

    Asap tidak teramati keluar dari puncak kawah Gunung Merapi, yang selama periode pengamatan dinaungi awan mendung dan diliputi angin yang bertiup lemah ke arah selatan.

    Pada periode pengamatan Selasa, 2 Februari 2021 pukul 00.00-24.00 WIB, Gunung Merapi tercatat 10 kali meluncurkan guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 800 meter ke arah barat daya dengan deformasi yang terukur dari Pos Babadan rata-rata 0,3 cm per hari dalam tiga hari.

    ADVERTISEMENT

    BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau status Siaga. Guguran lava dan awan panas Merapi diperkirakan berdampak pada wilayah sektor selatan-barat daya, yang meliputi Sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

    Apabila terjadi letusan, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi dapat menjangkau radius tiga km dari puncak gunung.

    Baca juga: Ancaman Bahaya Masih Tinggi, Sleman Perpanjang Tanggap Darurat Gunung Merapi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.