Bareskrim Beri Penjelasan Soal Pelibatan Densus 88 di Kasus Rekening FPI

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono saat menggelar konferensi pers harian di Gedung Divisi Humas, Jakarta Selatan pada Selasa, 26 Januari 2021 (Tempo/Andita Rahma)

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono saat menggelar konferensi pers harian di Gedung Divisi Humas, Jakarta Selatan pada Selasa, 26 Januari 2021 (Tempo/Andita Rahma)

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Polri menjelaskan alasan mengajak Densus 88 dalam gelar perkara kasus 92 rekening Front Pembela Islam (FPI). Bareskrim menyatakan ingin melihat berbagai kemungkinan.

    "Mengapa dilibatkan? Polri ingin melihat segala kemungkinan yang dikaitkan dengan transaksi dari rekening organisasi FPI," kata Karopenmas Divhumas Polri, Brigadir Jenderal Rusdi Hartono di kantornya, Jakarta, Selasa, 2 Februari 2021.

    Sebelumnya, Bareskrim melakukan gelar perkara pada hari ini. Selain mengajak Densus 88, Bareskrim mengajak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. PPATK telah melakukan analisis dan pemeriksaan terhadap rekening itu. Beberapa rekening diblokir karena diduga terjadi pelanggaran hukum.

    Rusdi mengatakan 92 rekening itu dimiliki oleh pengurus pusat FPI, pengurus daerah, dan beberapa pengurus. Rekening itu berada di 18 bank berbeda.

    ADVERTISEMENT

    Baca: PPATK Sebut Rekening FPI Diblokir karena Diduga Ada Unsur Pelanggaran Hukum


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.