3 Penyebab Ketidakpuasan Sejumlah Kader Demokrat terhadap Kepemimpinan AHY

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan keterangan dalam konferensi pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin, 1 Februari 2021. AHY mengaku sudah melayangkan surat kepada Presiden Jokowi untuk mendapat konfirmasi dan klarifikasi terkait kebenaran informasi yang diterimanya. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan keterangan dalam konferensi pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin, 1 Februari 2021. AHY mengaku sudah melayangkan surat kepada Presiden Jokowi untuk mendapat konfirmasi dan klarifikasi terkait kebenaran informasi yang diterimanya. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua SDM, Indag, dan Perhubungan Partai Demokrat (PD), Yus Sudarso mengakui ada riak-riak di internal Partai Demokrat yang menginginkan adanya Kongres Luar Biasa (KLB) mengganti kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Salah satu sosok yang digadang menjadi pemimpin baru adalah eks Panglima TNI Moeldoko.

    Menurut Yus, para kader yang resah dengan kepemimpinan AHY ini kemudian mengadu kepada para senior. "Jadi sebenarnya kawan-kawan daerah yang datang berkeluh kesah, bukan sebaliknya (mereka yang didatangi, red)," ujar pria yang mengklaim diri sebagai salah satu pendiri Partai Demokrat ini di Restoran Dapur Sunda, Mall Bellagio, Jakarta Selatan pada Selasa, 2 Februari 2021.

    AHY dianggap tidak cukup mumpuni memimpin partai ke depan dengan tantangan mencapai parlemen threshold 5 persen atau 7 persen. Kemudian, hasil Pilkada juga banyak yang gagal. Pengangkatan AHY sebagai ketua umum tahun lalu dinilai terlalu dipaksakan, sementara AHY dinilai belum siap.

    "Apa salahnya kami, seperti halnya pendiri awal dulu menjemput Pak SBY untuk mengantarkan beliau ke kepemimpinan RI 2004. Dan juga apa salahnya kami kalau hari ini menjemput figur tokoh ke depan. Apa salahnya Pak Moeldoko, tidak ubahnya seperti senior-senior kami sebelumnya menjemput Pak SBY," ujar Yus.

    ADVERTISEMENT

    Baca: Rachland Nashidik: Moeldoko Tak Punya Kontribusi dalam Berdirinya Demokrat

    Empat faksi di Demokrat, ujar Yus, kemudian mendukung jika Moeldoko didorong menjadi figur baru pemimpin Demokrat.

    "Pertama, faksi pendiri yakni; faksi ketua umum pertama Subur Budi Santoso. Kedua, faksi ketua umum PD hasil kongres 2005 di Bali, Hadi Utomo. Ketiga, faksi Mas Anas Urbaningrum hasil dari Kongres Bandung 2010. Keempat, faksi Pak Marzuki Ali. Di sini ada mesin pemenangannya," ujar dia.

    Mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Marzuki Alie membantah tudingan dirinya terlibat dalam rencana mengkudeta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). "Ini fitnah yang keji karena ini di hadapan rakyat Indonesia," kata Marzuki Alie kepada Tempo, Selasa, 2 Februari 2021.

    Pendiri Demokrat lainnya, Darmizal menyebut KLB itu sah-sah saja terjadi dalam suatu partai. "KLB itu bukan hal tabu. AHY juga produk KLB yang seharusnya jadwal kongres belum waktunya tapi dipercepat," ujar eks Wakil Ketua Komisi Pengawas Partai Demokrat ini.

    Kendati demikian, ujar dia, keputusan penyelenggaraan KLB Partai Demokrat tentu berada di tangan DPC dan DPD. "Kalau Mas AHY merasa didukung DPC dan DPD, ya harusnya enggak ada yang perlu dikhawatirkan," tuturnya.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?