Disebut akan Mendongkel AHY, Eks Sekjen Demokrat Marzuki Alie: Itu Fitnah Keji

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto (kanan), didampingi politisi Partai Demokrat, Marzuki Alie menghadiri deklarasi pemenangan Prabowo-Sandi di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Jumat, 5 April 2019. Deklarasi ini disampaikan oleh Gerakan Elaborasi Rektor Akademisi Alumni dan Aktivis Kampus Indonesia. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto (kanan), didampingi politisi Partai Demokrat, Marzuki Alie menghadiri deklarasi pemenangan Prabowo-Sandi di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Jumat, 5 April 2019. Deklarasi ini disampaikan oleh Gerakan Elaborasi Rektor Akademisi Alumni dan Aktivis Kampus Indonesia. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Marzuki Alie membantah tudingan dirinya terlibat dalam rencana mengkudeta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

    "Ini fitnah yang keji karena ini di hadapan rakyat Indonesia," kata Marzuki Alie kepada Tempo, Selasa, 2 Februari 2021.

    Marzuki menyebut fitnah itu disampaikan oleh Majelis Tinggi Demokrat Syarief Hasan. Ia merujuk pada pernyataan Syarief yang menyebut Marzuki terlibat dalam manuver bersama segelintir kader dan mantan kader serta Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko.

    Marzuki mengatakan bakal mengadukan Syarief Hasan kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dia akan meminta Syarief dijatuhi sanksi lantaran telah memfitnah dirinya di depan publik. Jika tidak, Marzuki mengatakan akan menempuh langkah hukum.

    ADVERTISEMENT

    Baca juga: Demokrat Sebut Sulit Jika Tak Kaitkan Manuver Moeldoko dengan Istana

    Marzuki beralasan, tuduhan itu sangat merugikan kredibilitas dirinya. Sebagai mantan Ketua DPR, Marzuki mengaku sangat menjaga sikap dan kredibilitas dirinya. "Saya akan sampaikan ke SBY, kalau enggak diberi sanksi saya akan somasi dia (Syarief)," kata Marzuki.

    Marzuki pun menantang AHY untuk membuka saja nama-nama yang disebut ingin mengambil alih Demokrat, bukan hanya menyebutkan indikasi-indikasi.

    "AHY enggak pas juga ngomongnya, kalau mau berani sebut dong namanya, lelaki, mantan tentara, harusnya sikap gentleman, jangan indikasi. Sebut namanya kalau ada, pemimpin partai enggak begitu," kata Marzuki.

    Marzuki juga menganggap langkah AHY meminta klarifikasi Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak tepat. Ia berujar, AHY hanyalah ketua umum partai, bukan pejabat negara atau penegak hukum yang dapat meminta klarifikasi dari seorang presiden. "Diketawain orang lho, klarifikasi kepada presiden, apa posisinya. Kan lucu menurut saya," ujar dia.

    Kemarin, AHY menggelar konferensi pers menyampaikan ihwal adanya rencana mengambil alih partainya melalui Kongres Luar Biasa. AHY menyebut ada lima aktor yang terlibat. Sejumlah politikus Demokrat kemudian menyebut nama Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko dan Marzuki Alie. Seperti Marzuki, Moeldoko juga membantah tudingan ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?