Rachland Nashidik: Moeldoko Tak Punya Kontribusi dalam Berdirinya Demokrat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan keterangan kepada wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020. Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat membantu tenaga kerja yang terdampak COVID-19 untuk meningkatkan keterampilan melalu berbagai jenis pelatihan secara daring yang dapat dipilih sesuai minat masing-masing pekerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan keterangan kepada wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020. Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat membantu tenaga kerja yang terdampak COVID-19 untuk meningkatkan keterampilan melalu berbagai jenis pelatihan secara daring yang dapat dipilih sesuai minat masing-masing pekerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Demokrat Rachland Nashidik mempertanyakan alasan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menemui para kader partainya yang tersingkir. Rachland sekaligus menanggapi pernyataan Moeldoko agar Demokrat memborgol kadernya jika mereka tak boleh menemuinya.

    "Soalnya, Jenderal, bukan kenapa mereka menemui Anda. Tapi apa keperluan Kepala Staf Presiden menemui mereka--segelintir kader yang tersingkir?" cuit Rachland di akun Twitternya, Selasa, 2 Februari 2021. Rachland mempersilakan cuitan itu dikutip.

    Rachland Nasidik mengatakan Moeldoko tak memiliki kontribusi apa pun dalam perjalanan berdirinya Demokrat. Malah menurut dia, Moeldoko pernah menemui Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono yang ketika itu masih menjabat Ketua Umum Demokrat.

    Baca juga: Moeldoko Sindir AHY, Minta Jangan Baperan

    ADVERTISEMENT

    Masih menjabat sebagai Panglima TNI dan berseragam lengkap, kata Rachland, Moeldoko menemui SBY di Cikeas, Bogor. Rachland menyebut, saat itu ia hanya mengusulkan agar Marzukie Alie diangkat lagi menjadi Sekretaris Jenderal Partai Demokrat mendampingi SBY.

    "Bayangkan, Panglima TNI di zaman reformasi ikut campur masalah politik," kata Rachland. "Mencampuri hal yang bukan hak atau kewenangannya adalah kebiasaan lama dia."

    Moeldoko membantah tudingan hendak mengambil alih Demokrat. Panglima TNI di era Presiden SBY ini mengakui menerima sejumlah orang Demokrat yang menemui dirinya di rumahnya. Menurut Moeldoko, mereka bercerita tentang kondisi Demokrat.

    "Ya saya dengerin saja. Berikutnya ya, sudah dengerin saja. Saya sebenarnya prihatin dengan situasi itu. Karena saya juga bagian yang mencintai Demokrat," kata Moeldoko, Senin malam, 1 Februari 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.