KPK Ungkap Alasan Tak Ada Peserta yang Lolos Jadi Juru Bicara

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata bersama Juru bicara KPK, Ali Fikri (kanan), memberikan keterangan kepada awak, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 4 September 2020. KPK mempertimbangkan opsi mengambil alih perkara terkait dua kasus Djoko Tjandra. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata bersama Juru bicara KPK, Ali Fikri (kanan), memberikan keterangan kepada awak, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 4 September 2020. KPK mempertimbangkan opsi mengambil alih perkara terkait dua kasus Djoko Tjandra. TEMPO/Imam Sukamto

    Selanjutnya, pada tahap seleksi administrasi sebanyak tujuh peserta dinyatakan lulus dan diundang untuk mengikuti tahapan seleksi lanjutan, yaitu tes potensi dengan komposisi peserta ASN berjumlah satu peserta dan non ASN/masyarakat umum berjumlah enam peserta.

    "Tahapan seleksi kedua, yaitu tes potensi dilaksanakan pada 29 Agustus 2020 di Gedung PPM Manajemen yang diikuti oleh enam peserta sedangkan satu peserta tidak hadir," kata Ali.

    Dari hasil tes potensi itu, lanjut dia, hanya terdapat satu peserta yang memenuhi kriteria kualifikasi yang dipersyaratkan jabatan. "Namun, karena beberapa pertimbangan diantaranya KPK telah membuka kesempatan kepada pegawai internal untuk mengikuti rekrutmen dan seleksi sebanyak dua kali namun tidak ada pegawai yang mendaftar," tuturnya.

    Ali mengatakan jabatan Juru Bicara adalah jabatan spesifik dengan alat tes untuk mengetahui kemampuan spesifik pelamar baru dapat diketahui pada tahapan asesmen kompetensi. Dengan demikian maka seluruh pelamar yang memenuhi syarat administrasi dan telah mengikuti tes potensi tersebut diikutkan tahap ketiga, yaitu tes asesmen kompetensi dan Bahasa Inggris serta tes kesehatan.

    "Tes tahapan ketiga ini dilaksanakan pada 5 September 2020 masih di Gedung PPM Manajemen dan hanya diikuti oleh lima peserta sedangkan satu peserta tidak hadir. Hasilnya adalah bahwa seluruh peserta tidak memenuhi kriteria kualifikasi," ungkap Ali.

    Penyelenggara, kata dia, memaparkan hasil setiap tahapan tes kepada Pimpinan KPK mulai dari tes potensi hingga asesmen kompetensi dan Bahasa Inggris serta tes kesehatan. "Rapat memutuskan untuk menunda pengumuman hasil seleksi tahap ketiga sebagaimana diinformasikan kepada peserta melalui website dan email bahwa pengumuman tahap ketiga akan diinformasikan kemudian," ucap dia.

    Pada Januari 2021, kata dia, sebagai tindak lanjut proses rekrutmen dan seleksi spesialis Humas Utama-Juru Bicara KPK diputuskan berdasarkan hasil dari serangkaian tes dengan kesimpulan tidak ada peserta yang memenuhi kualifikasi untuk dapat dilanjutkan ke tahap wawancara dengan pimpinan KPK.

    Baca juga: KPK Panggil Adik Politikus PDIP di Kasus Bansos Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.