KPK Ungkap Alasan Tak Ada Peserta yang Lolos Jadi Juru Bicara

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata bersama Juru bicara KPK, Ali Fikri (kanan), memberikan keterangan kepada awak, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 4 September 2020. KPK mempertimbangkan opsi mengambil alih perkara terkait dua kasus Djoko Tjandra. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata bersama Juru bicara KPK, Ali Fikri (kanan), memberikan keterangan kepada awak, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 4 September 2020. KPK mempertimbangkan opsi mengambil alih perkara terkait dua kasus Djoko Tjandra. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan perihal tidak ada satu pun peserta seleksi calon Juru Bicara KPK yang dinyatakan lulus sampai ke tahap akhir. Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan proses rekrutmen dan seleksi jabatan di KPK dengan hasil tidak ada peserta yang memenuhi kualifikasi tidak hanya terjadi kali ini.

    "Bagi KPK standar integritas, kompetensi, dan kualifikasi yang disyaratkan dari suatu jabatan adalah hal utama demi menjaga kualitas SDM KPK," kata Ali Fikri mengutip Antara, Senin, 1 Februari 2021.

    KPK telah membuka pengumuman rekrutmen dan seleksi spesialis Humas Utama-Juru Bicara yang disampaikan melalui laman https://ppm-rekrutmen.com/kpk dan salah satu media cetak nasional pada 8 Agustus 2020. Menurut Ali, untuk pendaftar dibagi dua kategori.

    Mereka adalah Aparatur Sipil Negara (ASN)/TNI/Polri dengan jumlah pelamar 144 orang peserta. Kedua, non ASN/masyarakat umum dengan jumlah pelamar 2030 orang peserta. "Sehingga seluruhnya berjumlah 2.174 orang pelamar," ungkap Ali.

    ADVERTISEMENT

    Ia menjelaskan proses tahapan rekrutmen dilakukan oleh pihak ketiga yang independen dan profesional dengan empat tahapan. Ali menyebut tahap pertama ialah iklan di media massa, pendaftaran via website, dan pengumuman hasil seleksi administrasi. Lalu tahap kedua tes potensi, tahap ketiga asesmen kompetensi dan Bahasa Inggris serta tes kesehatan, dan tahap keempat wawancara dengan pimpinan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?