Tekan Covid-19, Kapolri Ajak KASAU Perketat Pengawasan di Lokasi Mobilitas

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya Fadjar Prasetyo pada Senin, 1 Februari 2021. Istimewa

    Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya Fadjar Prasetyo pada Senin, 1 Februari 2021. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo untuk mengetatkan pengawasan di sejumlah tempat umum, terutama yang menjadi lokasi mobilitas masyarakat. Pengawasan ketat dilakukan guna menekan penyebaran Covid-19. 

    "Seperti terminal, khususnya yang berkaitan dengan teman-teman di AU yaitu terminal pesawat, angkatan udara atau penumpang pesawat udara tentu juga jadi perhatian kami untuk sama-sama melakukan pengawasan lebih ketat," ujar Sigit usai melakukan pertemuan dengan Fadjar di Markas Besar TNI AU, Cilangkap, Jakarta Timur pada Senin, 1 Februari 2021.

    Sigit berharap, dengan diterapkannya pengawasan secara ketat, bisa dapat menekan angka kasus positif Covid-19. Ia pun menargetkan angka kasus bisa turun dalam waktu sepekan sampai dua pekan. 

    "Kami sepakat untuk melaksanakan kegiatan yang lebih kuat di lapangan, sehingga angka covid satu atau dua minggu ini bisa kami turunkan," kata Sigit. 

    ADVERTISEMENT

    Menanggapi pernyataan Kapolri Sigit, Fadjar menyatakan siap bekerja sama mengemban tugas di bidang penanganan Covid-19. Apalagi pemerintah kini tengah menerapkan Peraturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Provinsi Jawa-Bali. "Kami TNI AU siap melaksanakan tugas mengatasi masalah pandemi melalui program pemerintah PPKM dan 5M," ucap Fadjar. 

    ANDITA RAHMA

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Warga Tak Punya NIK Bisa Divaksinasi, Simak Caranya

    Demi mencapai target tinggi untuk vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan memutuskan warga yang tak punya NIK tetap dapat divaksin. Ini caranya...