Ma'ruf Amin: Tugas Nahdlatul Ulama Semakin Berat Karena Banyak Paham Lain

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Ma'ruf Amin (tengah) bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kiri) dan Bupati Kabupaten Bekasi Eka Supriatmaja (kanan) meninjau simulasi pemberian vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis, 19 November 2020. Pada kunjungan tersebut Wakil Presiden Ma'ruf Amin meninjau satu persatu tahapan simulasi pemberian vaksin COVID-19. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin (tengah) bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kiri) dan Bupati Kabupaten Bekasi Eka Supriatmaja (kanan) meninjau simulasi pemberian vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis, 19 November 2020. Pada kunjungan tersebut Wakil Presiden Ma'ruf Amin meninjau satu persatu tahapan simulasi pemberian vaksin COVID-19. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin berharap Nahdlatul Ulama (NU) konsisten menyebarkan Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja). 

    "Saat ini, tugas tersebut semakin berat seiring berkembangnya paham-paham keagamaan yang lain. Karena itu, mengawal Ahlussunnah Wal Jamaah pada masa sekarang menjadi sangat penting," ujar Ma'ruf Amin lewat akun Instagram @kyai_marufamin, Ahad, 31 Januari 2021.

    Ma'ruf berharap NU juga memegang teguh amanah kebangsaan. Sebab, kata dia, NU merupakan Jamiyah Dinniyah Islamiyah. "Para ulama dari dulu hingga sekarang selalu konsisten mengembangkan misi bagaimana membangun Islam damai dalam bingkai NKRI," tutur Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

    Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia. NU lahir 95 tahun silam, tepatnya tanggal 31 Januari 1926. Pendirian NU digagas para kiai ternama dari Jawa Timur, Madura, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, yang menggelar pertemuan di kediaman KH Wahab Chasbullah di Surabaya. Salah satu pemrakarsanya adalah KH Hasyim Asy’ari.

    Dikutip dari laman nu.or.id, NU awalnya dibentuk untuk merespons kondisi rakyat yang sedang terjajah, problem keagamaan, dan problem sosial di tanah air saat itu. Selain itu, juga mempertahankan warisan-warisan kebudayaan dan peradaban Islam yang telah diperjuangkan oleh Nabi Muhammad dan para sahabatnya.

    Dalam perjalanan riwayatnya, Nahdlatul Ulama berkembang pesat dan amat terjaga secara tradisional hingga saat ini telah berhasil memberikan sumbangsih terhadap kehidupan beragama yang ramah di tengah kemajemukan bangsa Indonesia. 

    Baca juga: Megawati Sebut PDIP dan NU Selalu Dekat Beriringan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.