Harlah ke-95 NU, Jokowi Ingin Ada Peran Santri di Era Revolusi Industri

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi didampingi Muhtasyar Nahdlatul Ulama (NU) KH Ma'ruf Amin (kiri) Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar (kedua kanan) dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (kedua kiri) berdoa bersama pada Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu, 27 Februari 2019. Dalam sambutannya, Jokowi mengakui kalau NU merupakan organisasi jemaah terbesar di Indonesia. ANTARA/Adeng Bustomi

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi didampingi Muhtasyar Nahdlatul Ulama (NU) KH Ma'ruf Amin (kiri) Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar (kedua kanan) dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (kedua kiri) berdoa bersama pada Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu, 27 Februari 2019. Dalam sambutannya, Jokowi mengakui kalau NU merupakan organisasi jemaah terbesar di Indonesia. ANTARA/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo memberi sambutan secara daring dalam peringatan Hari Lahir yang ke-95 Nahdlatul Ulama, Sabtu, 30 Januari 2021. Jokowi mengharapkan peran para santri NU untuk ikut berperan membangun Indonesia di tengah kompetisi global yang semakin ketat.

    "Peran strategis para kyai dan ibu nyai, para santri, bersama-sama seluruh pemangku kepentingan bangsa ikut membangun masa depan Indonesia dan sangat-lah diharapkan. Apalagi menjawab tantangan era revolusi industri jilid ke empat dan kompetisi global sekarang ini," kata Jokowi dalam sambutannya.

    Selain itu, Jokowi mengaku bangga melihat para nahdliyin muda yang aktif dalam pemberdayaan ekonomi umat yang berbasis pesantren. Jokowi menyebut melihat optimisme setiap mengunjungi pesantren-pesantren.

    "Karena saya melihat para santri tak hanya paham ilmu agama, tapi juga wirausaha, bahkan saat ini para santri melek digital dan tidak sedikit yang menjadi pelopor teknologi informasi yang bisa membawa manfaat nyata bagi negara ini," kata dia.

    Jokowi mengatakan dalam sejarahnya, Nahdlatul Ulama konsisten membela Pancasila membela Bhinneka Tunggal Ika, membela Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Bahkan memberikan kontribusi nyata untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.

    Di tengah perubahan dan tantangan yang semakin kompleks saat ini, Jokowi menyebut Nahdlatul Ulama tetap menunjukkan kontribusi. Selain mencerdaskan kehidupan bangsa, NU juga menggerakkan semangat nasionalisme, semangat toleransi, serta dalam melawan bentuk radikalisme dan terorisme.

    "Mari kita dukung terus Nahdlatul Ulama bergerak dan terus berkontribusi memperkuat kehidupan bangsa Indonesia dan memajukan harapan dunia dengan spirit Islam Nusantara yang rahmatan lil alamin," kata Jokowi.

    Baca juga: Langkah Jokowi Memupus Rencana Pilkada 2022 dan 2023


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.