Kapolri Listyo Sigit Kunjungi Rabithah Alawiyah, Organisasi yang Menaungi Habib

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

    Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI atau Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan mengunjungi Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Rabithah Alawiyah pada hari ini, Sabtu, 30 Januari 2021.

    Dikutip dari situs mereka, Rabithah Alawiyah adalah organisasi bagi orang Hadrami, khususnya keluarga Ba'Alawi atau keturunan Nabi Muhammad SAW di Indonesia. Organisasi ini juga mencatat keturunan Nabi Muhammad atau habib di tanah air.

    Dalam undangan yang beredar, Sigit dijadwalkan akan berkunjung pada pukul 11.00 WIB. Ini merupakan tempat ketiga yang Sigit kunjungi usai dilantik menjadi Kapolri. Presiden Joko Widodo atau Jokowi resmi melantik Sigit sebagai Kepala Kepolisian RI pada 27 Januari 2021. 

    Sebelumnya Sigit sudah berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan PP Muhammadiyah. Kepada kedua organisasi tersebut, Sigit mengatakan ingin bersilahturahmi dan merangkul untuk sama-sama menyelesaikan permasalahan yang menjadi fokus kerjanya. 

    Selain itu, Sigit mengatakan akan mengubah wajah kepolisian. "Bagaimana Polri ke depan bisa menjadi Polri yang adil, Polri yang jujur, Polri yang siap untuk dikritik dan Polri yang transparan," ujar Sigit saat berkunjung ke PP Muhammadiyah pada Jumat, 29 Januari 2021. 

    Untuk membuktikannya, Kapolri Listyo Sigit mengatakan Polri membuka mekanisme pengawasan yang dapat langsung diakses oleh masyarakat. Masyarakat bisa dapat langsung melapor apabila ada pelayanan kepolisian yang tidak menyenangkan. 

    Baca juga: Catatan Merah dan PR untuk Listyo Sigit


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.