Bantuan Pengungsi Gempa Sulbar Tidak Merata, Muhadjir Minta Lapor ke Posko

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja mencari sisa puing bangunan sekolah SMK 1 Rangas yang roboh pasca gempa bumi di Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa, 26 Januari 2021. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar  menyatakan sebanyak 117 sekolah rusak akibat dampak gempa bumi  Magnitudo 6,2 yang terjadi pada 15 Januari lalu. ANTARA FOTO / Akbar Tado

    Sejumlah pekerja mencari sisa puing bangunan sekolah SMK 1 Rangas yang roboh pasca gempa bumi di Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa, 26 Januari 2021. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar menyatakan sebanyak 117 sekolah rusak akibat dampak gempa bumi Magnitudo 6,2 yang terjadi pada 15 Januari lalu. ANTARA FOTO / Akbar Tado

    TEMPO.CO, Jakarta - Hampir dua pekan gempa Sulawesi Barat yang menghancurkan ratusan rumah warga pada pertengahan Januari lalu, bantuan untuk pengungsi dinilai belum merata.

    Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy tak menampik hal tersebut. Dia menyarankan agar warga atau para relawan segera melaporkan ke posko induk atau Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Gempa Sulawesi Barat.

    "Oh iya pasti itu, tapi kami selalu benahi secara bertahap. Sampaikan aja ke posko, di bagian mana yang belum kebagian bantuan. Disampaikan aja, di sini ada Pak Danrem atau Pak Dandim," ujar Muhadjir saat ditemui di sela-sela kunjungannya di pengungsian Stadion Manakarra Mamuju, Kamis, 28 Januari 2021.

    Muhadjir mengunjungi Sulawesi Barat bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang pada hari ini. Ketiga Menteri Jokowi itu sempat menyambangi sejumlah lokasi pengungsian di wilayah Malunda dan Kota Mamuju.

    "Saya belum menguasai detailnya seperti apa penanganan di sini. Tapi tapi secara umum, kesan saya sudah bagus," ujar Muhadjir.

    Baca juga: Kunjungi Korban Gempa, 3 Menteri Jokowi Ingin Pastikan Penanganan Ibu dan Anak

    Alasannya kata Muhadjir, di Sulbar ini penanganan korban bencana bukan hanya pengungsi korban gempa, tapi juga pengungsi yang takut karena ada gelombang tsunami.

    "Karena itu harus ditangani dengan baik, saya kira mereka harus diyakinkan. Mereka perlu dibesarkan rasa percaya dirinya agar bisa merasa aman," kata Muhadjir.

    Dari pantauan Tempo di Kota Mamuju, sejumlah rumah warga dan bangunan vital seperti rumah sakit dan kantor pemerintahan mengalami kerusakan. Beberapa bahkan roboh hingga rata dengan tanah.

    Adapun data Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 18 Januari 2020, melaporkan sebanyak 19.435 orang mengungsi setelah gempa Mamuju- Majene, Sulawesi Barat yang berkekuatan magnitudo 6,2 tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.