Kapolda NTB Ancam Copot Kapolres Tak Bisa Kendalikan Laju Covid-19

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswi mencuci tangan sebelum masuk kelas saat hari pertama masuk sekolah pembelajaran tatap muka di SMAN 1 Mataram, NTB, Senin, 4 Januari 2021. Pembelajaran secara tatap muka terbatas di tengah pandemi COVID-19 pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 mulai dilaksanakan di wilayah NTB pada Senin 4 Januari di sejumlah sekolah jenjang SMA, SMK dan SLB dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

    Siswi mencuci tangan sebelum masuk kelas saat hari pertama masuk sekolah pembelajaran tatap muka di SMAN 1 Mataram, NTB, Senin, 4 Januari 2021. Pembelajaran secara tatap muka terbatas di tengah pandemi COVID-19 pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 mulai dilaksanakan di wilayah NTB pada Senin 4 Januari di sejumlah sekolah jenjang SMA, SMK dan SLB dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Mohammad Iqbal mengancam akan mencopot kepala kepolisian resor (kapolres) yang bertugas di kabupaten/kota apabila tak bisa mengendalikan laju penularan Covid-19 di wilayah masing-masing.

    "Jangan sampai ada kapolres yang saya evaluasi dan saya minta untuk dicopot. Saya usulkan untuk dicopot gara-gara tidak bisa kendalikan penularan virus di wilayah masing-masing," kata Irjen Iqbal di Mataram, Kamis, 28 Januari 2021.

    Karenanya, Iqbal kembali meminta seluruh kapolres yang bertugas dalam upaya mencegah penularan Covid-19 agar lebih giat mengawal penerapan protokol kesehatan di tengah masyarakat, terutama mencegah munculnya kerumunan di pusat keramaian.

    "Saya sudah perintahkan dengan tegas seluruh kapolres, kalau (protokol kesehatan) ada yang mengabaikan, bubarkan," ujarnya.

    ADVERTISEMENT

    Selain itu, upaya Kapolda NTB menekan angka penularan Covid-19 di tengah masyarakat juga dilakukan dengan menguatkan koordinasi bersama pemerintah daerah.

    Baca juga: Dua Orang Rusia Ditemukan Positif Covid-19 di NTB

    Iqbal mengharapkan pemerintah dan seluruh elemen terkait untuk menjalankan peran dan aturan pencegahan penularan Covid-19 di tengah masyarakat dengan lebih tegas.

    "Saya dorong seluruh bupati/walikota, semua stakeholder, harus tegas membatasi kegiatan masyarakat," ucap dia.

    Iqbal melihat pembatasan kegiatan ini memang berbenturan dengan upaya masyarakat untuk bisa bertahan menjalankan roda ekonomi di tengah pandemi Covid-19 yang tak menentu kapan akan berakhir.

    "Jadi upaya menekan ini butuh kerja sama seluruh pihak. Jangan karena mementingkan ekonomi ini akan turun, akan tetapi perlu diingat kembali bahwa geliat ekonomi kadang-kadang kita harus rem, ini kita lakukan untuk kepentingan bersama, yaitu keselamatan masyarakat," kata Iqbal.

    Karenanya, Iqbal mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama disiplin menjalankan protokol kesehatan dalam setiap kegiatannya.

    "Utamanya kumpul-kumpul itu dikurangilah, karena itu merupakan kegiatan yang paling banyak mengakibatkan penyebaran virus (Covid-19)," ujar Iqbal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?