Gubernur Babel dan Pertamina Bahas Distribusi BBM

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, saat bersama Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa siang, (26/1/2021).

    Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, saat bersama Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa siang, (26/1/2021).

    JAKARTA - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman membahas tujuh poin pendistribusian Bahan Bakar Minyak di Babel bersama Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 26 Januari 2021. 

    Poin-poin yang dibahas yakni rencana pemindahan Fuel Terminal Pangkal Balam, pendirian Pertashop dan pangkalan khusus usaha mikro di tiap-tiap desa, program Langit Biru di Bangka Belitung (penjualan pertalite dengan harga premium untuk kendaraan pelat kuning. 

    Berikutnya, penghilangan premium di Babel, penyediaan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di SPBU, penambahan tabung LPG 3 kg perdana karena ribuan tabung LPG yang tenggelam saat pengiriman ke Belitung serta pengendalian LPG 3 kg menggunakan kartu dengan melibatkan pihak perbankan. 

    Program Langit Biru dilaksanakan untuk percepatan penghilangan premium. “Ada beberapa hal yang harus dikondisikan. Pertama, pastikan pertashop harus kita dirikan terlebih dahulu, seiring waktu kita menyiapkan langkah-langkah kebijakan untuk menghapus premium ini," ujar Gubernur Babel. 

    Gubernur Erzaldi juga berharap ada target waktu untuk merealisasikan pertashop dan penghilangan premium. Untuk itu, pihaknya segera mengadakan pertemuan dengan Hiswana Migas dan Bumdes, guna memastikan pertashop dan melihat kebutuhan integrasi wilayah sehingga kebutuhan akan BBM tidak terputus. 

    "Terkait Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) didorong oleh KPK agar program mobil listrik selaras dengan pemerintah daerah dan ini juga selaras dengan program Langit Biru," katanya. 

    Gubernur Erzaldi juga menuturkan, dia telah melakukan audiensi ke Dirjen Migas Kementerian ESDM untuk meminta tambahan kuota gas LPG 3 kg, sekaligus memberlakukan fuel card untuk LPG 3 kg ini. 

    Terkait pemberlakuan penghilangan premium, Gubernur Erzaldi meminta agar kendaraan angkutan umum tetap diberikan harga premium untuk pembelian Pertalite, khususnya di SPBU yang telah ditunjuk dan mempunyai komitmen, serta mau bekerja sama dengan Pemprov. Babel. Tujuannya agar pengawasan dapat dilakukan bersama-sama. 

    Gubernur Erzaldi juga menginformasikan bahwa Pemprov. Babel akan melakukan pembangunan pelabuhan dengan reklamasi di muara Pelabuhan Pangkal Balam, tepatnya sebelum Jembatan Emas. Dia menawarkan 23 hektar dari 33 lahan yang direklamasi kepada pihak Pertamina. 

    Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mas'ud Khamid mengungkapkan rasa senangnya atas usulan dan tawaran dari Gubernur Babel.  Menurutnya, setiap Pertashop merupakan konsep ketahanan energi hingga ke desa-desa dengan tidak mematikan SPBU yang sudah ada. Program Perta Shop ini rencananya dilaksanakan melalui dana Kredit Usaha Rakyat (KUR). 

    Mas'ud Khamid menyambut gembira tentang rencana pangkalan LPG karena disinyalir adanya monopoli beberapa orang di Babel sehingga jika ada satu orang bermasalah, maka akan menyusahkan masyarakat lainnya.

    Dia akan menugaskan jajarannya untuk melakukan pengecekan terkait penambahan infrastruktur karena sebelumnya pernah terkendala lahan. Pertamina Patra Niaga akan menjadikan hal ini sebagai program prioritas yang akan mengikuti blue print dan master plan infrastruktur Pemprov. Babel.

    Turut mendampingi Gubernur Erzaldi dalam audiensi ini yaitu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov. Babel, Yanuar dan Ketua Hiswana Migas Babel, Suhendra. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.