Wakil Ketua KPK: Ada yang Sengaja Mengangkat Lagi Isu Taliban

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron (tengahi) bersama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung) Ali Mukartono (kiri) dan Deputi Penindakan KPK Karyoto (kanan), menyampaikan keterangan kepada wartawan, usai melaksanakan gelar perkara atau ekspos kasus suap Djoko Tjandra, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 11 September 2020. KPK dan Kejagung berkoordinasi terkait perkembangan penanganan perkara suap yang menjerat Jaksa Pinangki, untuk membantu pengurusan fatwa bebas bagi terpidana korupsi hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra di Mahkamah Agung (MA). ANTARA FOTO/Reno Esnir

    Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron (tengahi) bersama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung) Ali Mukartono (kiri) dan Deputi Penindakan KPK Karyoto (kanan), menyampaikan keterangan kepada wartawan, usai melaksanakan gelar perkara atau ekspos kasus suap Djoko Tjandra, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 11 September 2020. KPK dan Kejagung berkoordinasi terkait perkembangan penanganan perkara suap yang menjerat Jaksa Pinangki, untuk membantu pengurusan fatwa bebas bagi terpidana korupsi hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra di Mahkamah Agung (MA). ANTARA FOTO/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Nurul Ghufron menduga ada yang sengaja memainkan lagi isu taliban di lembaga antikorupsi ini.

    "KPK mencurigai diangkatnya isu tersebut adalah upaya pihak-pihak yang punya tujuan-tujuan tertentu apa pun itu,” kata Ghufron lewat keterangan tertulis pada Senin, 25 Januari 2021.

    Ia mengatakan video yang kembali diramaikan di media sosial adalah rekaman dari kegiatan audiensi KPK pada 11-12 September 2019. Saat itu, kata dia, KPK menerima sejumlah perwakilan masyarakat antikorupsi seperti dan akademisi, serta perwakilan Pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa yang perhatian dengan isu antikorupsi.

    Baca juga: Pernah 3 Tahun Riset Bareng KPK, Peneliti LIPI: Tak Ada Taliban

    ADVERTISEMENT

    Menurut Ghufron, kegiatan tersebut juga pernah dijelaskan KPK dalam rilis yang dimuat di situs resmi kpk.go.id. 

    Dia memastikan KPK akan tetap bekerja sesuai koridor hukum. KPK, kata dia, akan mengedepankan prinsip profesionalisme dan akuntabilitas dalam penanganan perkara.

    “Selama satu tahun saya dan pimpinan KPK periode 2019 – 2023 memimpin KPK, kami pastikan tidak ada radikalisme dan taliban di KPK seperti yang disebutkan,” kata Ghufron.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?