Komnas KIPI: Belum Ditemukan Reaksi Anafilaktik Selama Vaksinasi Covid-19

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vaksinator melakukan penyuntikan kepada peserta vaksinasi COVID-19 untuk tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta, Senin, 18 Januari 2021. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Vaksinator melakukan penyuntikan kepada peserta vaksinasi COVID-19 untuk tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta, Senin, 18 Januari 2021. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komnas KIPI (Kejadian Ilutan Pasca Imunisasi), Hindra Irawan Satari mengatakan bahwa sampai saat ini belum ditemukan reaksi anafilaktik akibat vaksinasi Covid-19. Anafilaktik adalah syok yang disebabkan oleh reaksi alergi yang berat.

    "Reaksi anafilaktik ini sangat jarang terjadi. Dari satu juta dosis, terjadi sebanyak satu atau dua kasus," ujar Hindra dikutip dari laman resmi sehatnegeriku.kemkes.go.id, Ahad, 24 Januari 2021.

    Guru Besar UNPAD sekaligus Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Sinovac, Kusnadi Rusmil menegaskan bahwa kejadian anafilaktik pasti akan terjadi untuk penyuntikan skala besar, sehingga sudah menjadi tugas fasilitas pelayanan kesehatan siap mengantisipasi kemungkinan kejadian tersebut.

    Baca: Pemerintah Tanggung Kejadian Ikutan Setelah Vaksinasi Covid-19

    “Kalau kita lakukan vaksinasi 1 juta saja, 1-2 orang akan pingsan. Kalau yang disuntik 10 juta maka yang pingsan 10-20 orang, orang akan ribut, medsos akan bertubi tubi, media sibuk. Padahal memang seperti itu. Jadi kita harus siap-siap," ujar Kusnadi.

    Namun, Kusnadi menjelaskan bahwa vaksinasi memiliki manfaat yang lebih besar dibanding risikonya. Vaksin yang saat ini dipakai dalam program vaksinasi ini dipastikan aman sesuai dengan rekomendasi WHO, memiliki reaksi lokal dan efek sistemik yang rendah serta memiliki imunogenitas tinggi serta efektif untuk mencegah Covid-19.

    Sejauh ini, ujar dia, reaksi anafilaktik tidak ditemukan dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia. Hanya ditemukan reaksi ringan seperti sering mengantuk seperti yang dialami oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan artis Rafi Ahmad

    Jika terjadi reaksi anafilaktik pasca vaksinasi Covid-19, lanjut Kusnadi, pemerintah telah mengaturnya dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 12 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi. Dalam Permenkes tersebut tercantum anafilaktik sebagai upaya preventif apabila terjadi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

    Dalam pasal 1 nomor 8 disebutkan bahwa peralatan anafilaktik adalah alat kesehatan dan obat untuk penanganan syok anafilaktik termasuk dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19. “Sudah ada petunjuknya di Peraturan Menteri Kesehatan, reaksi anafilaktik tergolong ke dalam KIPI serius. Sehingga apabila terjadi KIPI serius, setiap kejadian harus segera dilaporkan secara berjenjang yang selanjutnya diinvestigasi oleh petugas kesehatan yang menyelenggarakan imunisasi," ujarnya.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.