Kemenkes Catat 172.901 Tenaga Kesehatan Ikut Vaksinasi Covid-19

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga kesehatan (nakes) menjalani vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta, Rabu, 20 Januari 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Tenaga kesehatan (nakes) menjalani vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta, Rabu, 20 Januari 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi mengatakan sampai saat ini tercatat 172.901 orang tenaga kesehatan telah menjalani vaksinasi Covid-19. Mereka menjalani vaksinasi di 13.525 fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di 92 kabupaten/kota di 34 provinsi. 

    “Proses vaksinasi ini akan terus berjalan kepada seluruh tenaga kesehatan yang diharapkan hingga Februari bisa mencapai target 1,4 juta tenaga kesehatan divaksinasi Covid-19," ujar Nadia seperti dikutip dari laman resmi kemkes.go.id, Ahad, 24 Januari 2021.

    Ia menambahkan kalau ada tenaga kesehatan yang belum terdaftar di tahap pertama maka akan masuk pada kelompok tahap kedua. Sementara itu, kurang lebih 27 ribu tenaga kesehatan yang ditunda menjalani vaksinasi Covid-19 karena kondisi ribuan tenaga kesehatan tersebut masuk ke dalam pengecualian penerima vaksin Covid-19.

    Pengecualian tersebut dikarenakan tenaga kesehatan sedang dalam kondisi menyusui, penyintas Covid-19, dan paling banyak karena hipertensi dengan tekanan darah lebih dari 140/90.

    Namun, Nadia menjelaskan bahwa sampai saat ini tidak ada laporan dari dinas kesehatan provinsi adanya penolakan vaksin Covid-19 oleh tenaga kesehatan. “Adanya juga tenaga kesehatan ingin sekali mendapatkan vaksin tetapi karena tertunda jadi terhalang,” kata Nadia.

    Menurut Nadia, pada tenaga kesehatan menyadari betul jika vaksinasi Covid-19 sangat penting untuk mengurangi tingkat keparahan bahkan kematian akibat Covid-19. "Kita sudah mengetahui bersama bahwa sudah lebih dari 600 tenaga kesehatan yang sudah meninggal dan ini merupakan kehilangan yang besar bagi bangsa Indonesia, sehingga marilah kita putuskan mata rantai penyebaran Covid-19,” tutur Nadia.

    Baca juga: Tenaga Kesehatan Dipastikan Bakal Dapat Dua Kali Vaksin Covid-19

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.