Kunjungi Uskup Agung Suharyo, Menteri Agama Bahas Penguatan Moderasi Beragama

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gestur Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 18 Januari 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Gestur Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 18 Januari 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berkunjung menemui Uskup Agung Jakarta Kardinal Suharyo Hardjoatmodijo pada hari ini, 22 Januari 2021.

    Pertemuan yang dilaksanakan di Gereja Katedral Jakarta itu merupakan kali pertama sejak Yaqut dilantik oleh Presiden Joko Widodo.

    Yaqut mengaku sudah merencanakan berkunjung Gereja Katedral Jakarta sejak lama. "Namun, karena padatnya kegiatan dan acara di Kementerian Agama, sehingga baru sekarang bisa terwujud," ujar dia melalui keterangan tertulis pada Jumat, 22 Januari 2021.

    Bersama Suharyo, Yaqut bercerita bahwa ia mendiskusikan masalah penguatan moderasi beragama. Ia mengatakan bahwa penguatan moderasi beragama menjadi salah satu prioritasnya.

    Baca juga: Menteri Agama Gus Yaqut: Saya Tidak Ingin Populisme Islam Berkembang Luas

    "Visi kebangsaan dan moderasi beragama menjadi prioritas kami," ucap Yaqut.

    Menurut Yaqut, dukungan dari umat Katolik Indonesia sangat dibutuhkan dalam upaya mengemban tugas di Kementerian Agama. Apalagi, ia telah berkomitmen untuk menjadikan kementeriannya sebagai milik semua umat.

    "Kami tengah membangun cita-cita peradaban manusia ke arah yang lebih baik dari masing-masing agama dan kami mohon bimbingannya," kata Yaqut.

    Mewakili Keuskupan Agung Jakarta dan umat Katolik, Suharyo Hardjoatmodjo menyampaikan terima kasih atas kunjungan Yaqut ke Gereja Katedral.

    "Kami mendokan semoga pelayanan yang Bapak Menteri Agama dan jajaran diberkati Tuhan sesuai dengan cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia," ucap Suharyo.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.