Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Peroleh ISO 9001:2015

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan yakni Direktorat Perkapalan dan Kepelautan memperoleh sertifikat manajemen ISO 9001:2015 dari British Standard Institute (BSI).

    Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan yakni Direktorat Perkapalan dan Kepelautan memperoleh sertifikat manajemen ISO 9001:2015 dari British Standard Institute (BSI).

    INFO NASIONAL  - Setelah sebelumnya Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut berhasil memperoleh ISO 9001:2015, kini salah satu unit kerja di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan yakni Direktorat Perkapalan dan Kepelautan juga berhasil memperoleh sertifikat manajemen ISO 9001:2015 dari British Standard Institute (BSI) group di Bidang Penyelenggaraan Pelayanan Adminstrasi Publik. Penyerahan dilakukan di Jakarta, Kamis 21 Januari.

    “Saya berpesan dalam penerapan Sistem manajemen Mutu (QMS) ISO 9001:2015 ini, aspek yang harus dijunjung tinggi adalah komitmen dan integritas, yaitu bagaimana seluruh jajaran yang terlibat dapat patuh terhadap standar operasional prosedur yang berlaku serta mampu menerapkannya secara menyeluruh,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Djoko Sasono.

     Tanpa komitmen dan integritas yang kuat dari seluruh pihak, maka harapan dan tujuan yang ingin dicapai dalam proses sertifikasi ISO 9001:2015 ini tidak akan dapat tercapai.“Oleh karena itu, saya instruksikan agar seluruh proses dalam sistem manajemen mutu ini dijalankan secara konsisten,” ujarnya.

    Dengan demikian, Pelayanan Adminstrasi Publik pada Direktorat perkapalan dan Kepelautan dapat terselenggara dengan lebih baik, terorganisir dan berintegritas, transparan , akuntabel dan efisien.

    ISO 9001:2015 ini merupakan bagian dari standar manajemen mutu yang dirancang untuk membantu organisasi dalam memastikan bahwa organisasi mampu memenuhi kebutuhan pengguna jasa, dalam hal ini masyarakat dan stakeholder.

     Konsekuensi logis, khususnya bagi direktorat perkapalan dan kepelautan, dalam penerapan ISO 9001:2015 ini, harus mampu memastikan bahwa m setiap proses dan tahapan pelayanan administrasi publik yang dijalankan, sesuai dengan aturan prosedur dan standar baku yang telah ditetapkan, mampu melakukan pengelolaan resiko serta lebih fokus dan konsisten dalam mencapai sasaran mutu organisasi yang telah ditetapkan.

    “Aspek berikutnya harus tetap dijaga adalah bagaimana setiap pihak yang terlibat, dalam hal ini seluruh jajaran Direktorat Perkapalan dan Kepelautan dapat saling bahu-membahu dalam menerapkan ISO 9001:2015 sehingga dapat mewujudkan tujuan yang ditetapkan,” ujar Sekjen Kemnhub Djoko Sasono..

     Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Hermanta mengungkapkan proses penyusunan dan audit berlangsung dalam waktu enam bulan. "Dari serangkaian tahapan di atas, telah berhasil digali dan dihimpun berbagai masukan serta kontribusi pemikiran dari para pejabat dan pegawai, konsultan, serta auditor. Sekaligus juga disampaikan berbagai permasalahan dan tindak lanjut di masing-masing bagian," ujarnya.

    Dia menjelaskan akan melakukan upgrade menuju ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan atau Bribery yang merupakan standart terbaru dan pertama di dunia untuk anti penyuapan.

    Commercial Director BSI, Nolia Natalia mengapresiasi kinerja Direktorat Perkapalan dan Kepelautan yang berhasil memperoleh sertifikat ISO 9001:2015 tersebut dan membuat pelayanan menjadi lebih baik.

     "Selamat kepada tim ISO dari Direktorat Perkapalan dan Kepelautan pada saat Desember lalu kami melakukan audit secara online hanya ditemukan satu minor saja, sungguh luar biasa. Dan itu langsung ditutup," ujarnya. Dia juga mengapresiasi proses audit yang berlangsung sangat cepat dikarenakan dukungan dan komitmen penuh dari pihak-pihak terkait.(*) 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.