Jokowi Saksikan Penyerahan Santunan Rp 1,25 M ke Keluarga Korban Sriwijaya Air

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi membuka gelaran tahunan Google for Indonesia (Google4ID), Rabu, 18 November 2020. Kredit: Youtube/Google Indonesia

    Presiden Jokowi membuka gelaran tahunan Google for Indonesia (Google4ID), Rabu, 18 November 2020. Kredit: Youtube/Google Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyaksikan penyerahan uang santunan sebesar Rp1,25 Miliar dari pihak Sriwijaya Air dan Rp50 juta dari PT Jasa Raharja kepada keluarga korban Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021. Penyerahan dilakukan di Posko Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182, JICT II Tanjung Priok, Jakarta Utara.

    "Saya mengucapkan terima kasih atas santunan ini, segera diselesaikan keseluruhan korban dan penumpang. Saya juga ingin menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga. Semoga diberikan keikhlasan dan kesabaran," ujar Jokowi di JICT II Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu, 20 Januari 2021.

    Hari ini merupakan hari ke-12 pencarian korban dan serpihan pesawat. Tim akan berfokus mencari keberadaan Cockpit Voice Recorder (CVR) atau perekam suara kokpit Sriwijaya Air SJ 182. Jokowi menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada tim SAR gabungan yang terdiri dari Kemenhub, Basarnas, TNI, Polri, dan KNKT, serta seluruh unsur yang terus berupaya melakukan pencarian.

    Baca: Cerita Rekan Kerja Pramugari Nam Air yang Jadi Korban Sriwijaya Air Jatuh

    ADVERTISEMENT

    "Kita tahu, telah ditemukan serpihan-serpihan yang besar maupun kecil, kemudian kotak hitamnya juga sudah, tinggal kita menunggu CVR-nya," ujar Jokowi.

    Jokowi mengingatkan, di bidang transportasi, keselamatan adalah yang utama agar jangan lagi kasus Sriwijaya Air jatuh terulang. "Oleh sebab itu, saya minta segera ditindaklanjuti, baik oleh KNKT atau Kementerian Perhubungan, terutama pemeriksaan dan pengawasan terhadap pesawat-pesawat yang akan terbang demi keselamatan masyarakat, demi keselamatan penumpang," ujarnya.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.