SK Terbit, Pupuk Bersubsidi di Sinjai Didistribusikan ke Pengecer

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mendistribusikan pupuk urea Pusri bersubsidi di Purwokerto,Jawa Tengah, (02/2). Permintaan pupuk menurun, permintaan meningkat tajam pada bulan Maret-April saat petani memulai masa tanam kedua. TEMPO/Budi Purwanto

    Pekerja mendistribusikan pupuk urea Pusri bersubsidi di Purwokerto,Jawa Tengah, (02/2). Permintaan pupuk menurun, permintaan meningkat tajam pada bulan Maret-April saat petani memulai masa tanam kedua. TEMPO/Budi Purwanto

    SINJAI – Pupuk bersubsidi di Kabupaten Sinjai sementara didistribusikan ke pengecer yang ada di Kecamatan untuk digunakan oleh para petani. Pendistribusian pupuk bersubsidi ini dimulai sejak Rabu 13 Januari 2021 kemarin, setelah dilakukan penebusan oleh pihak distributor resmi.

    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan stok pupuk bersubsidi yang disiapkan untuk tahun ini sudah sesuai dengan permintaan. Hal ini untuk meyakinkan petani di seluruh Indonesia bahwa ketersediaan pupuk bersubsidi aman.

    "Saya minta jangan terlambat beri pupuk kepada petani yang benar-benar membutuhkan. Apalagi di saat kondisi seperti ini, ketersediaan pangan wajib terjaga," kata Mentan SYL, Minggu (17/1).

    Menteri SYL mengatakan, hingga kini tidak ada pengurangan pupuk bersubsidi. Dia menjelaskan, pemerintah telah mengatur alokasi pupuk sesuai Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

    “Kalau ada kelangkaan pemerintah siap intervensi. Tapi, kasih dulu yang sudah ada, bagikan sekarang,” ujar Mentan SYL.

    Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy berharap, pupuk-pupuk yang telah terdistribusi bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.

    “Kementan saat ini menggerakan percepatan tanam untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Kita dari PSP mendukung program-program tersebut dengan terus mendistribusikan pupuk. Sehingga, petani bisa tanam terus, dan produksi bahan pangan bisa terus tersedia,” kata Sarwo Edhy.

    Selain itu, Sarwo Edhy juga meminta daerah melakukan pengawalan dan koordinasi melalui wadah KP3 dalam rangka pengamanan isu terkait kelangkaan pupuk bersubsidi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.