Pengungsi Banjir Kalsel Makin Banyak, Gedung Sekolah Jadi Lokasi Penampungan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga berada di musala yang dijadikan tempat pengungsian saat banjir di Desa Antasan Senor, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Jumat, 15 Januari 2021.  Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan dari tanggal 1 hingga 14 Januari, sebanyak 67.842 jiwa terdampak banjir di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

    Sejumlah warga berada di musala yang dijadikan tempat pengungsian saat banjir di Desa Antasan Senor, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Jumat, 15 Januari 2021. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan dari tanggal 1 hingga 14 Januari, sebanyak 67.842 jiwa terdampak banjir di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

    TEMPO.CO, Banjarmasin - Banjir di Kalimantan Selatan atau banjir Kalsel sudah memasuki hari kelima, gelombang pengungsi bertambah banyak karena pengungsian tidak mampu menampung kini menggunakan gedung sekolah. Kepala Dinas Pendidikkan Kota Banjarmasin Totok Agus Daryanto memperbolehkan penggunaan gedung-gedung sekolah untuk dijadikan tempat penampungan korban banjir.

    "Sudah dari awal kami koordinasi dengan tim penanggulangan bencana banjir, sekolah bisa di gunakan untuk penampungan pengungsi banjir," ujar Totok, Senin 18 Januari 2021.

    Menurut dia, sekolah yang sudah dibuka untuk menampung korban banjir diantaranya SDN Sungai Lulut 5, SDN Kelayan Tengah 4, SDN Pemurus Baru 2, SDN Sungai Bilu 3 dan SMPN 20. "Sebagian guru juga mengungsi ke sekolah karena rumah mereka terendam," paparnya.

    Dia mengapresiasi para warga yang berinisiatif untuk membuka penampungan pengungsi di sekolah terdekatnya untuk membantu warga yang tertimpa musibah banjir berat.

    ADVERTISEMENT

    "Sementara ini sekolah juga tidak beroperasi karena masih masa pandemi COVID-19, jadi silahkan digunakan untuk kepentingan umum mengatasi musibah banjir ini, tentunya harus dijaga dengan baik sekolah kita," ucap Totok.

    Untuk sementara ini pula, ujarnya, proses belajar mengajar jarak jauh juga diliburkan, sebab semua lagi tertimpa musibah banjir.

    "Moga cepat berlalu saja bencana banjir ini, hingga semua bisa kembali ke rumah," tuturnya.

    Pada hari kelima musibah banjir Kalsel, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan melaporkan makin banyak wilayah yang genangan airnya meninggi dari hari kemarin.

    "Saya lagi memantau jalan Veteran dan Gatot Subroto di Banjarmasin Timur saat ini, air sampai lutut, padahal kemarin tidak sampai segini, artinya daerah lain makin parah," ujar Kasi Kedaruratan BPBD Kota Banjarmasin Herliansyah, Senin pagi.

    Baca: Banjir Kalsel: Walhi Nilai Kalimantan Selatan Darurat Bencana Ekologis


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.