Gempa Sulawesi Barat: BNPB Beri Dana Stimulan untuk Rumah Warga yang Rusak

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Korban gempa bumi bermagnitudo 6,2 di rawat halaman Rumah Sakit Regional Sulbar, Mamuju, Sulawesi Barat, Sabt, 16 Januari 2021. ANTARA FOTO/Akbar Tado

    Korban gempa bumi bermagnitudo 6,2 di rawat halaman Rumah Sakit Regional Sulbar, Mamuju, Sulawesi Barat, Sabt, 16 Januari 2021. ANTARA FOTO/Akbar Tado

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memberikan dana stimulan bagi warga yang memiliki rumah dan mengalami kerusakan akibat gempa di Sulawesi Barat.

    Besaran dana stimulan tersebut masing-masing adalah Rp 50 juta untuk rumah rusak berat (RB), Rp 25 juta untuk rumah rusak sedang (RS) dan Rp 10 juta untuk rumah rusak ringan (RR).

    Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan jumlah besaran dana stimulan merupakan usulan Pemerintah Sulbar. "Ini merupakan usulan dari Pemerintah Provinsi Sulbar kepada Pemerintah Pusat melalui BNPB,” kata Doni dalam keterangannya, Ahad, 17 Januari 2021.

    Doni memastikan bahwa kerusakan rumah warga akibat gempa Mamuju dan Gempa Majene merupakan tanggung jawab Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten.

    ADVERTISEMENT

    “Pemerintah pasti akan memberikan perhatian kepada masyarakat yang menjadi korban (gempa). Termasuk rumah yang rusak nanti menjadi tanggung jawab BNPB bersama dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten,” ujar Doni.

    Baca juga: Korban Gempa Mamuju - Majene, Sulawesi Barat, Bertambah 56 Orang

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.