Abu Gunung Semeru Guyur Kawasan Bromo

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Lumajang Thoriqul Haq lewat akun Twitter @Thoriqul_haq, memposting video erupsi yang terjadi pada pukul 17.24 WIB dengan gumpalan awan panas raksasa meluncur hingga jarak 4,5 kilometer. Twitter.com

    Bupati Lumajang Thoriqul Haq lewat akun Twitter @Thoriqul_haq, memposting video erupsi yang terjadi pada pukul 17.24 WIB dengan gumpalan awan panas raksasa meluncur hingga jarak 4,5 kilometer. Twitter.com

    TEMPO.CO, Lumajang - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru berupa awan panas guguran menimbulkan hujan abu di sekitar kawasan gunung api tertinggi di pulau Jawa ini, Sabtu malam, 16 Januari 2021. Hujan abu ini bahkan dirasakan warga di kawasan Bromo.

    Baca:
    Gunung Semeru Letuskan Awan Panas Sore Ini

    Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Probolinggo Digdoyo Djamaluddin mengatakan hujan abu Semeru bahkan sudah terasa sejak sepekan terakhir ini. "Letusan asap Gunung Semeru hari ini kembali terjadi," kata pengusaha hotel di kawasan Bromo ini saat dihubungi Tempo, Sabtu malam.

    Digdoyo Djamaluddin yang karib disapa Yoyo ini mengatakan, letusan awan panas pada Gunung Semeru ini juga mendapat perhatian dari para pemuka adat Tengger di sekitar Bromo. "Orang-orang tua di Tengger akan bertemu pada Minggu malam besok. Mereka seperti merasa Bromo juga akan mengeluarkan asap hitam," ujar Yoyo menambahkan.

    ADVERTISEMENT

    Seperti diberitakan sebelumnya, Gunung Semeru kembali memuntahkan lava pijar ke arah Curah Kobokan, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu sore menjelang petang. Muntahan lava pijar ini menimbulkan awan panas guguran yang menyelimuti gunung api tertinggi di pulau Jawa ini.

    Pesan singkat Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung, Kasbani, saat dikonfirmasi Tempo menyebutkan, awan panas guguran terjadi pada pukul 17:24 WIB sampai 18:35 WIB dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 4.287 detik. "Jarak luncur sekitar 4 kilometer ke arah Besuk Kobokan," kata Kasbani melalui pesan WhatsApp, Sabtu malam ini.

    Kasbani mengatakan, aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih tetap di level 2 atau status waspada. Ia juga mengatakan bahwa luncuran material guguran ke Besuk Kobokan itu tidak mengarah ke rumah penduduk. "Tidak ada rumah penduduk, Pak," ujarnya.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.