Wadah Pegawai KPK Nilai Calon Kapolri Listyo Sigit Prabowo Sosok Reformis

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 7 Februari 2020. OTT Wahyu Setiawan terkait kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR yang melibatkan mantan Caleg PDIP Harun Masiku. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 7 Februari 2020. OTT Wahyu Setiawan terkait kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR yang melibatkan mantan Caleg PDIP Harun Masiku. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Wadah Pegawai KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) tepat saat memilih Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi calon Kapolri. Menurut WP (wadah pegawai), Sigit dikenal sebagai polisi yang reformis dan profesional.

    "Pilihan Presiden ke Bang Sigit merupakan pilihan tepat karena selama ini memang beliau dikenal sebagai polisi reformis dan profesional," kata Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap, Sabtu, 16 Januari 2020.

    Yudi mengatakan salah satu buktinya adalah Listyo Sigit Prabowo berhasil mengungkap kasus besar selama menjabat Kepala Bareskrim Polri. "Saya yakin bahwa nantinya kepolisian akan semakin maju di bawah Kepemimpinan beliau," kata dia.

    Dia juga berharap ke depannya kerja sama antara kepolisian dan KPK semakin baik. Terutama dalam mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi.

    Jokowi menyerahkan nama calon Kapolri kepada DPR, yaitu Listyo Sigit Prabowo sebagai pengganti Idham Azis yang bakal pensiun pada 1 Februari 2021. Listyo Sigit pun bakal menjalani uji kepatutan dan kelayakan pada pekan depan.

    Nama Listyo merupakan bagian lima nama yang diusulkan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) kepada Presiden pada Kamis, 7 Januari lalu sebagai calon Kapolri. Mereka di antaranya Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono, Komisaris Jenderal Boy Rafly Amar, Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto, dan Komisaris Jenderal Agus Andrianto. Jokowi kemudian memilih satu nama untuk dikirim ke DPR agar mengikuti uji kelayakan dan kepatutan.

    Baca juga: Jadi Calon Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Mohon Dukungan

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.