Syekh Ali Jaber Meninggal: Ulama dari Arab Pindah Kewarganegaraan Menjadi WNI

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebelum meninggal dunia, perkembangan Syekh Ali Jaber dilaporkan semakin membaik selama dirawat intensif karena Covid-19 sejak 29 Desember lalu. Facebook.com

    Sebelum meninggal dunia, perkembangan Syekh Ali Jaber dilaporkan semakin membaik selama dirawat intensif karena Covid-19 sejak 29 Desember lalu. Facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Syekh Ali Jaber meninggal dunia di Rumah Sakit Yarsi Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada pukul 08.30 WIB.

    Ulama yang meninggal pada usia 44 tahun ini merupakan pendakwah asal Madinah, Arab Saudi. Syekh Ali Jaber mulai berdakwah di Indonesia pada 2008. Namanya semakin terkenal ketika menjadi juri pada acara Hafiz Indonesia dan menjadi da'i dalam berbagai kajian di beberapa stasiun televisi nasional.

    Pada 2008 pula, Syekh Ali Jaber menikah dengan Umi Nadia, wanita asal Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pada 2012, ia resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI).

    Para pendakwah di Indonesia mengenalnya sebagai ulama pejuang Al-quran.

    ADVERTISEMENT

    "Kita kehilangan ahli quran, kita kehilangan pejuang quran, kita kehilangan orang dai yang ikhlas. Meninggalkan negaranya untuk Indonesia, mau pindah kewarganegaraan untuk Indonesia," kata Ustadz Yusuf Mansur lewat akun instagramnya @yusufmansurnew.

    Pada 13 September 2020, Syekh Ali Jaber juga sempat ditikam oleh orang yang tidak dikenal saat berceramah di Masjid Falahuddin, Sukajawa, Bandar Lampung. Akibatnya, ia mengalami luka tusuk bagian lengan kanan. Tersangka atas nama Alfin Andrian, kelahiran 1 April 1996 berhasil diamankan polisi.

    Syekh Ali Jaber sempat terpapar Covid-19 pada akhir tahun lalu, namun sebelum meninggal dikabarkan sudah sembuh dari Corona. Ia sempat dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) karena gejala yang dialaminya. "Beliau terlanjur kena paru-paru," ujar Yusuf Mansur. 

    Kemarin malam, kondisi Syekh Ali Jaber  memburuk. 'Kurang lebih beliau 16 hari pakai ventilator. Tadi malam dikabari Ustad Iskandar dan dokter bahwa Syekh Ali kritis, sampai mau dipasang alat pacu jantung," kata Yusuf Mansur.

    Pagi tadi, ulama kondang itu meninggal dunia di Rumah Sakit Yarsi Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.