Listyo Sigit Prabowo Diyakini Mampu Atasi Masalah Senioritas di Polri

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Listyo Sigit Prabowo merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1991. Perwira tinggi ini juga pernah menjabat sebagai Kapolres Pati, Jawa Tengah, Wakil Kepala Polrestabes Kota Semarang, Kapolres Solo, Asubdit II Direktorat Tipdum Bareskrim Polri, Direktur Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Sulawesi Tenggara, Ajudan Presiden Jokowi, Kapolda Banten dengan pangkat Brigadir Jenderal, dan Kadiv Propam Polri pada Agustus 2018. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Listyo Sigit Prabowo merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1991. Perwira tinggi ini juga pernah menjabat sebagai Kapolres Pati, Jawa Tengah, Wakil Kepala Polrestabes Kota Semarang, Kapolres Solo, Asubdit II Direktorat Tipdum Bareskrim Polri, Direktur Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Sulawesi Tenggara, Ajudan Presiden Jokowi, Kapolda Banten dengan pangkat Brigadir Jenderal, dan Kadiv Propam Polri pada Agustus 2018. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat menyambut baik keputusan Presiden Joko Widodo menunjuk Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Usia dan angkatan Listyo Sigit yang tergolong muda juga dinilai bukan menjadi masalah.

    "PPP tidak melihat bahwa soal angkatan Pak LSP yang relatif muda tersebut sebagai sebuah masalah," kata anggota Komisi III DPR dari Partai Persatuan Pembangunan, Arsul Sani kepada Tempo, Rabu, 13 Januari 2021.

    Arsul mengatakan preseden serupa pernah terjadi saat Presiden Jokowi menunjuk Tito Karnavian sebagai Kapolri. Tito, lulusan Akademi Kepolisian 1987, melewati empat angkatan di atasnya saat terpilih menjadi Kapolri menggantikan Badrodin Haiti.

    Arsul pun meyakini Listyo Sigit mampu mengatasi masalah senioritas yang mungkin muncul dari penunjukan dirinya sebagai pemimpin Korps Bhayangkara. Menurut dia, mantan Kepala Kepolisian Daerah Banten itu sosok yang mau mendengar.

    ADVERTISEMENT

    "Kami yakin hal-hal yang sifatnya psikologis yang timbul terkait dengan senioritas akan bisa diatasi Pak LSP karena beliau selama ini dikenal sebagai sosok yang mau mendengar," kata Arsul.

    Hal senada disampaikan anggota Komisi III DPR Hinca Pandjaitan. Politikus Demokrat ini berujar, partainya berfokus pada gagasan-gagasan besar apa yang dimiliki Listyo Sigit, bukan pada usianya yang muda.

    "Ini sekaligus menjadi tantangan bagi Pak Sigit untuk tetap meletakkan profesionalisme dan senior-seniornya pada posisi-posisi yang dianggap memiliki energi besar untuk melakukan perubahan," kata Hinca di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 13 Januari 2021.

    Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pun meminta publik tak menilai Listyo Sigit dari sisi usia. Mencontohkan Tito Karnavian, Azis menyebut usia muda bukan halangan untuk dapat mengayomi dan melakukan manajemen internal Kepolisian.

    Dia pun meyakini Sigit dapat memimpin Polri secara profesional. "Secara prestasi tentu Pak Sigit di atas rata-rata, beliau sudah menduduki posisi di Kabareskrim," kata Azis.

    Politikus Golkar ini mengimbuhkan, kinerja Kapolri dan Kepolisianlah yang akan menjawab keraguan publik. Ia berpesan agar Kapolri mendatang membentuk profesionalitas institusi dalam mengayomi masyarakat sesuai yang diamanahkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian.

    "Sehingga pro kontra ini bisa terjawab dengan prestasi yang akan diukir dalam 100 hari nanti Kapolri terpilih, kemudian dalam satu tahun dan tahun-tahun berikutnya," ujar dia.

    Listyo Sigit merupakan calon Kapolri termuda dari lima kandidat yang sebelumnya diusulkan Komisi Kepolisian Nasional kepada Presiden Jokowi. Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1987 yang kini berusia 51 tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.