Kasus Jiwasraya, Kejagung Limpahkan Berkas Perkara Tahap II Pejabat OJK

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi Pengawas Pasar Modal II Fakhri Hilmi memberi keterangan pers Hasil Audit Laporan Keuangan PT Garuda Indonesia Tbk di Gedung Djuanda I, Jakarta, Jumat, 28 Juni 2019. Audit laporan keuangan Garuda yang dilakukan oleh Akuntan Publik (AP) Kasner Sirumapea dan Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang & Rekan. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Deputi Pengawas Pasar Modal II Fakhri Hilmi memberi keterangan pers Hasil Audit Laporan Keuangan PT Garuda Indonesia Tbk di Gedung Djuanda I, Jakarta, Jumat, 28 Juni 2019. Audit laporan keuangan Garuda yang dilakukan oleh Akuntan Publik (AP) Kasner Sirumapea dan Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang & Rekan. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Kejaksaan Agung telah melimpahkan berkas tahap II berupa tersangka pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Fakhri Hilmi dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya beserta barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum.

    Pelimpahan dilakukan pada 12 Januari 2021 setelah berkas tahap satu dinyatakan P-21 atau lengkap. "Sudah ditindaklanjuti dengan penyerahan barang bukti beserta tersangka ke JPU pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, " ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak melalui keterangan tertulis pada Rabu, 13 Januari 2021.

    Leonard mengatakan, setelah dilimpahkan, maka Fakhri Hilmi menjadi kewenangan dan tanggung jawab JPU. Ia telah menjalani penahanan pada 12-31 Januari 2021.

    Lebih lanjut, JPU kini tengah menyusun surat dakwaan dan segera melimpahkan perkara ke pengadilan.

    Kejaksaan Agung menetapkan Fakhri Hilmi sebagai tersangka dalam pengembangan kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya pada Oktober 2020.

    Fakhri Hilmi diduga mengetahui penyimpangan transaksi saham tersebut, di mana harga sahamnya sudah dinaikan secara signifikan oleh Grup Heru Hidayat yang dijadikan portofolio reksa dana 13 MI yang penyertaan modal terbesar adalah Jiwasraya.

    Namun, Fakhri Hilmi tidak memberikan sanksi yang tegas terhadap produk Reksadana dimaksud. Akibatnya, produk Reksadana itu menyebabkan kerugian yang lebih besar bagi Jiwasraya pada 2018 hingga mencapai sebesar Rp 16,8 triliun.


    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...