Budi Gunadi Sebut Varian Baru Covid-19 Ibarat Teroris, Kemenkes Intelijen

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, sebelum melakukan pertemuan tertutup terkait tim khusus pengawasan vaksin Covid-19 dengan pimpinan KPK di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 8 Januari 2021.  TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, sebelum melakukan pertemuan tertutup terkait tim khusus pengawasan vaksin Covid-19 dengan pimpinan KPK di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 8 Januari 2021. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengibaratkan varian baru Covid-19 seperti teroris. Adapun Kementerian Kesehatan dia ibaratkan sebagai intelijen yang melakukan deteksi dini.

    Budi awalnya mengatakan belum dapat memastikan apakah strain baru virus Corona yang ditemukan di London, Inggris sudah masuk di Indonesia. "Saya juga sadar kalau ditanya udah ada di Indonesia atau belum saya akan jawab belum tahu," kata Budi saat Rapat Kerja dengan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa, 12 Januari 2021.

    Budi bercerita, ia kerap mengatakan kepada koleganya di sektor kesehatan bahwa perang melawan virus ibarat perang sebenarnya. Menurut dia, harus ada intelijen untuk memantau apakah varian anyar virus tersebut sudah masuk ke Indonesia.

    "Kita harus punya intelnya, terorisnya udah masuk belum, kita enggak tahu sampai sekarang. Intelnya bukan dari Kemenhan, tapi Kemenkes," ujar Budi.

    ADVERTISEMENT

    Budi mengatakan Indonesia memiliki 12 laboratorium yang dapat melakukan aktivitas kontra-intelijen terhadap strain virus baru ini, yakni dengan genome sequencing. "Di mana setiap virus masuk kita sequence ada enggak mutasi virusnya."

    Laboratorium-laboratorium itu dimiliki Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Kementerian Kesehatan, dan sejumlah perguruan tinggi. Pekan lalu, kata Budi, dia telah menandatangani kerja sama dengan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro untuk memformalisasi jaringan laboratorium tersebut.

    Nantinya, laboratorium-laboratorium tersebut akan secara rutin melakukan pengetesan dari beberapa bandara atau kota-kota yang banyak didatangi pengunjung dari luar negeri.

    "Agar secara rutin kita bisa genome sequencing dari beberapa airport atau kota-kota yang banyak incoming passengers-nya sehingga kita bisa identifikasi secara dini kalau ternyata ada virus mutasi yang masuk," ujar Budi.

    Dia menargetkan, pada pekan ini pemerintah lewat Kemenkes sudah dapat melakukan identifikasi kemungkinan adanya strain virus baru tersebut.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.