Komisi III DPR Segera Bahas Teknis Fit and Proper Test Calon Kapolri

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry saat memimpin rapat kerja dengan Jaksa Agung di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 24 September 2020. Isu tersebut antara lain: kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung), perkembangan kasus surat jalan tersangka kasus Bank Bali Djoko Tjandra, dan juga Jaksa Pinangki. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry saat memimpin rapat kerja dengan Jaksa Agung di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 24 September 2020. Isu tersebut antara lain: kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung), perkembangan kasus surat jalan tersangka kasus Bank Bali Djoko Tjandra, dan juga Jaksa Pinangki. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Hukum atau Komisi III DPR segera mempersiapkan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis. Ketua Komisi III DPR Herman Herry mengatakan pihaknya akan membahas jadwal dan teknis fit and proper test dalam rapat internal komisi pada hari ini, Selasa, 12 Januari 2021.

    "Kami akan rapat internal untuk agenda kerja dan sidang, mungkin sekalian membahas teknis pola fit and proper test," kata Herman ketika dihubungi, Senin petang, 11 Januari 2021.

    Herman mengatakan, menurut informasi, Presiden Jokowi akan menyerahkan surat berisi nama calon Kapolri ke DPR pada Rabu besok, 13 Januari 2021. Pimpinan DPR selanjutnya harus membacakan surat itu dalam rapat paripurna sebelum menugasi Komisi III menjalankan fit and proper test.

    Dengan begitu, fit and proper test diasumsikan akan dimulai awal pekan depan. "Bisa saja begitu," kata Herman.

    ADVERTISEMENT

    Herman mengatakan, dalam fit and proper test nanti Komisi III akan fokus menggali bagaimana Kapolri anyar mewujudkan semboyan Kepolisian yakni profesional, modern, tepercaya (promoter). Ia tak menampik isu-isu terkini seperti penegakan hukum kelompok yang dianggap intoleran turut menjadi perhatian.

    "Itu adalah bagian dari promoter, dalam artian seluruh aspek tugas Kepolisian," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

    Saat ini ada lima nama calon Kapolri di tangan Presiden Jokowi sesuai rekomendasi Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Mereka adalah Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono, Komjen Listyo Sigit Prabowo, Komjen Boy Rafli Amar, Komjen Arief Sulistyanto, dan Komjen Agus Andrianto.

    "Kelima orang itu dianggap memenuhi syarat profesionalitas, loyalitas, jam terbang," kata Menteri Koordinator Hukum, Politik, dan Keamanan sekaligus Ketua Kompolnas Mahfud Md lewat cuitan di akun Twitternya, @mohmahfudmd pada Jumat, 8 Januari 2021.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.