Jokowi Disebut Serahkan Nama Calon Kapolri ke DPR Hari Ini

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi (kanan) menabuh bedug disaksikan Menko PMK Muhadjir Effendy (kedua kiri), Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (kiri), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat peresmian renovasi Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis, 7 Januari 2021. Renovasi besar Masjid Istiqlal sejak Mei 2019 lalu telah selesai. Muchlis Jr-Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi (kanan) menabuh bedug disaksikan Menko PMK Muhadjir Effendy (kedua kiri), Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (kiri), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat peresmian renovasi Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis, 7 Januari 2021. Renovasi besar Masjid Istiqlal sejak Mei 2019 lalu telah selesai. Muchlis Jr-Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani, menyatakan Presiden Jokowi akan menyerahkan nama calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis kepada DPR pada Selasa, 12 Januari 2021.

    "Belum (masuk hari ini). Besok (Selasa)," ujar Arsul lewat pesan singkat, Senin, 11 Januari 2021.

    Kapolri Jenderal Idham Azis akan pensiun pada 1 Februari 2021. Sesuai dengan prosedur, Presiden Jokowi akan menunjuk Kapolri baru. Pemilihan itu berdasarkan pada nama-nama yang mendapat rekomendasi Kompolnas maupun dari Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti).

    Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md selaku Ketua Kompolnas sudah menyerahkan lima nama calon Kapolri pengganti Idham Azis kepada Jokowi.

    Kelima calon Kapolri ini adalah Komjen Gatot Edy Pramono, Komjen Boy Rafly Amar, Komjen Listyo Sigit Prabowo, Komjen Arief Sulistyanto, dan Komjen Agus Andrianto. "Kelima orang itu dianggap memenuhi syarat profesionalitas, loyalitas, jam terbang," tulis Menko Mahfud Md, Jumat, 8 Januari 2021.

    Presiden Jokowi nantinya akan menunjuk satu nama lalu nama itu akan diserahkan kepada DPR untuk dilakukan proses uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test. Adapun istana belum bisa dikonfirmasi ihwal sosok calon Kapolri pilihan Jokowi.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.