Puan Maharani Buka Masa Sidang III DPR, Singgung RUU Otsus Papua

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR RI Puan Maharani saat berpidato dalam rapat paripurna ke-8 pembukaan Masa Sidang II Tahun 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 9 November 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua DPR RI Puan Maharani saat berpidato dalam rapat paripurna ke-8 pembukaan Masa Sidang II Tahun 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 9 November 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPR Puan Maharani membuka rapat paripurna masa persidangan III tahun 2020-2021, Senin, 11 Januari 2021.

    Puan mengatakan ada sejumlah rancangan undang-undang yang akan dibahas pada masa persidangan ini. "Selain penetapan prolegnas prioritas, DPR pada masa sidang ini akan membahas sejumlah RUU bersama pemerintah," kata Puan.

    Sejumlah RUU, di antaranya RUU tentang perubahan atas UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Kemudian RUU tentang perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 1973 tentang Landas Kontinen Indonesia.

    RUU berikutnya tentang perubahan atas UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua (Otsus Papua), dan RUU tentang pengesahan Comprehensive Economic Partnership Agreement between the Republic of Indonesia and EFTA States atau persetujuan kemitraan ekonomi komprehensif antara RI dengan negara-negara EFTA.

    ADVERTISEMENT

    Menurut Puan, pelaksanaan fungsi legislasi DPR selalu menjadi perhatian rakyat dalam menilai kinerja DPR. "Oleh karena itu, diperlukan komitmen yang tinggi dari kita semua dalam merancang dan menetapkan RUU prioritas tahun 2021, serta menyelesaikan sejumlah RUU pembahasan tingkat I yang sedang berlangsung," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.