Keluarga Korban Sriwijaya Air Minta Urusan Pendataan Tidak Berbelit

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI AL menurunkan bagian mesin turbin pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak dari KRI Cucut (886) di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu, 10 Januari 2021. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Prajurit TNI AL menurunkan bagian mesin turbin pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak dari KRI Cucut (886) di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu, 10 Januari 2021. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga korban Sriwijaya Air meminta otoritas dan pemerintah tidak mempersulit urusan pendataan.

    Salah seorang keluarga korban bernama Ratih Windania mengatakan, mereka masih dalam kondisi sedih dan gelisah. 

    “Kami mengerahkan seluruh keluarga di Jakarta dan di Bandung untuk mengumpulkan data, namun banyak data yang diminta, sebenarnya sudah kami serahkan di sini. Mohon koordinasinya agar data bisa sinkron. Sehingga kami tidak kerepotan untuk mencari data,” kata pria ini di Graha Chandra Disti Wiradi, Bandara Supadio, Pontianak pada Senin, 11 Januari 2021.

    Ia mengatakan semua permintaan data terkait, kartu keluarga, foto kopi KTP, dan beberapa dokumen sudah diserahkan suami Ratih ke crisis center di Pontianak.

    ADVERTISEMENT

    “Kami bahkan membongkar lemari saudara kami, karena memang terkunci, untuk mendapatkan dokumen ini. Sikat gigi pun kami serahkan pak, tapi jangan dimintai berulang,” katanya.

    Ia pun meminta otoritas tidak berlarut-larut mengidentifikasi jenazah. “Tidak mesti menunggu yang lain, jadi siapapun yang berhasil diidentifikasi, harap bisa dikirimkan segera. Jangan tunggu lengkap satu keluarga atau lengkap seluruh penumpang,” ujarnya.

    Pesawat Sriwijaya Air SJ182 hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2021. Pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak ini diduga jatuh di perairan Kepulauan Seribu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.