Basarnas Tambah Penyelam Untuk Pencarian Korban Sriwijaya Air

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Tim SAR Gabungan dari satuan Denjaka menunjukkan temuan di lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Selain Denjaka, satuan elite Komando Pasukan Katak atau Kopaska dan Batalion Intai Amfibi (Taifib) Korps Marinir TNI-AL juga diterjunkan dalam operasi tersebut. Instagram/Tni_angkatan_laut

    Anggota Tim SAR Gabungan dari satuan Denjaka menunjukkan temuan di lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Selain Denjaka, satuan elite Komando Pasukan Katak atau Kopaska dan Batalion Intai Amfibi (Taifib) Korps Marinir TNI-AL juga diterjunkan dalam operasi tersebut. Instagram/Tni_angkatan_laut

    TEMPO.CO, Jakarta - Basarnas menambah tenaga penyelam dalam upaya pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di Kepulauan Seribu, Jakarta pada Sabtu 9 Januari 2021. Tambahan tenaga tersebut didatangkan dari Basarnas Lampung.

    Kepala Basarnas Lampung Jumaril menyatakan pihaknya telah memberangkatkan KN SAR 224 Basudewa menuju Kepulauan Seribu. Sementara satu kapal lainnya dengan kode RIB 02 telah dipersiapkan di Pelabuhan Bakauheni untuk diberangkatkan pada Ahad ini dengan membawa tim penyelam Basarnas Lampung.

    "Basarnas Lampung mengerahkan personel dan alat utama untuk mendukung pelaksanaan operasi SAR terhadap korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182," kata Jumaril di Bandar Lampung.

    "Untuk dukungan pelaksanaan operasi SAR terhadap jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182 yang dilaporkan kehilangan kontak di Kepulauan Seribu dari Lampung telah memberangkatkan KN Basudewa untuk perkuatan di Kepulauan Seribu," tambahnya.

    ADVERTISEMENT

    Pesawat Sriwijaya Air Boeing 737-500 classic series dengan rute penerbangan Jakarta-Pontianak jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta pada Sabtu (9/1), pukul 14.36 WIB.

    Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi pada 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi, sedangkan 12 kru terdiri atas enam kru aktif dan enam kru ekstra.

    Kabar terakhir menyebutkan sejumlah potongan tubuh korban telah ditemukan. Selain itu sejumlah serpihan pesawat juga sudah berhasil dievakuasi. Black Box Sriwijaya Air yang jatuh itu pun disebut telah ditemukan lokasinya.

    Selain Basarnas, upaya pencarian dan penyelamatan korban jatuhnya Sriwijaya Air juga dilakukan dengan bantuan berbagai pihak mulai dari TNI, Polri hinggap Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.