Bersihkan Kali Dadap, Yasonna Laoly Keluhkan Banyaknya Sampah Rumah Tangga

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly ikut menghadiri tahlilan dalam peringatan hari lahir bekas Ketua MPR, Taufiq Kiemas di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada Selasa, 31 Desember 2019. Foto/Dok/PDIP

    Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly ikut menghadiri tahlilan dalam peringatan hari lahir bekas Ketua MPR, Taufiq Kiemas di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada Selasa, 31 Desember 2019. Foto/Dok/PDIP

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPP PDIP Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan Yasonna Laoly mengeluhkan sampah yang menumpuk di aliran sungai saat meninjau Kali Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

    "Kami berharap mendidik masyarakat untuk tidak membuang sampah di sini. Ada sofa, ada segala macam sampah di kali ini, dan ini tidak baik untuk lingkungan hidup kita," kata Yasonna dalam keterangan tertulisnya, Ahad, 10 Januari 2021.

    Dalam kunjungannya ke Kali Dadap, Menteri Hukum dan HAM itu turut mengangkut sampah dari sungai. Limbah rumah tangga berbahan plastik mendominasi sampah di kali tersebut, juga perabotan rumah tangga seperti tilam dan sofa. Sampah material kayu dan besi juga terlihat di sana.

    Yasonna mengatakan, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menaruh perhatian khusus pada isu kelestarian lingkungan. PDIP, kata dia, juga menjadikan momentum hari ulang tahun partai untuk membersihkan sungai serentak di seluruh daerah.

    ADVERTISEMENT

    Menteri Hukum dan HAM itu juga mengharapkan kegiatan PDI Perjuangan itu bisa mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan. Dia juga mendorong pemerintah setempat untuk menyelesaikan permasalahan sampah di Kali Dadap ini.

    Camat Kecamatan Kosambi Fahrurrozi mengatakan, perlu menyiapkan alat-alat berat dalam mengatasi permasalahan sampah di Kali Dadap. Sebab, apabila hujan turun, rawan terjadi banjir dan sampah pun meluap. "Kami siap bersinergi dan menggalakkan sosialisasi masyarakat untuk tidak membuang sampah di Kali," kata Fahrurrozi.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.