Sriwijaya Air SJ182 Jatuh, Ditpolairud Polri Kerahkan 50 Penyelam

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penyelam Polairud Baharkam Polri bersiap sebelum melakukan pencarian korban dan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang diunggah di media sosial Korpolairud Baharkam Polri pada Senin, 11 Januari 2021. Instagram/@Korpolairud

    Sejumlah penyelam Polairud Baharkam Polri bersiap sebelum melakukan pencarian korban dan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang diunggah di media sosial Korpolairud Baharkam Polri pada Senin, 11 Januari 2021. Instagram/@Korpolairud

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Polisi Perairan dan Udara Badan Pemelihara Keamanan Polri mengerahkan delapan armada kapal patroli dan empat helikopter jenis Dauphin As 365 N.3, Bell 429, dan tiga kapal milik Polda Metro Jaya untuk membantu pencarian serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ182.

    Direktur Polisi Perairan dan Udara Brigadir Jenderal Mohammad Yassin Kosasih mengatakan, pihaknya juga mengerahkan alat untuk mencari black box pesawat.

    “Dalam membantu pencarian pesawat yang jatuh tersebut kami membawa 2 set Pinger Locater, yaitu alat untuk mencari Black Box dan 50 orang penyelam yang terdiri dari penyelam Ditpolair, penyelam Ditpolairud Polda Metro Jaya, penyelam Ditpolairud Polda Banten dan penyelam dari Korps Brimob”, ujar Yassin melalui keterangan tertulis pada Ahad, 10 Januari 2021.

    Yassin mengatakan, agar pencarian Search and Rescue (SAR) bisa maksimal, ia menurunkan beberapa speed boat dan perahu karet untuk melakukan penyisiran mencari serpihan pesawat serta badan utama pesawat.

    ADVERTISEMENT

    “Saya juga berharap pada saat dilakukan penyisiran dan penyelaman cuaca dalam kondisi baik," kata Yassin.

    Sebagaimana diketahui, pesawat Sriwijaya Air dengan rute Jakarta-Pontianak itu hilang kontak di Kepulauan Seribu tak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pada 9 Januari 2021. Pesawat tersebut dinyatakan jatuh di dekat Pulau Laki.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.