PPKM Jawa Bali Sama dengan PSBB, Ridwan Kamil Akan Copy Paste Pergub

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Ridwan Kamil memberi keterangan pers usai tinjau kontainer pendingin vaksin Covid-19 Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di kawasan pergudangan Biz Park, Bandung, Rabu, 6 Januari 2021.  TEMPO/Prima Mulia

    Gubernur Ridwan Kamil memberi keterangan pers usai tinjau kontainer pendingin vaksin Covid-19 Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di kawasan pergudangan Biz Park, Bandung, Rabu, 6 Januari 2021. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebut pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Jawa Bali pada prakteknya sama saja halnya dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional yang berlaku di daerahnya.

    "Yang beda cuma istilahnya baru. Lalu, kekompakan Jawa-Bali. Dulu kan enggak semua daerah provinsi menerapkan PSBB," ujar Ridwan Kamil dalam diskusi daring yang digelar MNC Trijaya, Sabtu, 9 Januari 2021.

    Pria yang akrab disapa Emil ini mengaku banyak masyarakat yang bingung dengan istilah anyar yang dikeluarkan pemerintah ini. Kendati demikian, ujar Emil, ia enggan berpolemik terkait istilah tersebut. Ia juga manut dengan perintah pusat untuk mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) baru sebagai tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 1 Tahun 2021 terkait PPKM.

    "Ya kami akan rilis, tapi saya jamin isinya copy paste dari (Pergub) yang sebelumnya, karena yang sebelumnya sudah komprehensif dan enggak perlu tambahan hal baru," ujarnya.

    ADVERTISEMENT

    Sebelumnya, Ridwan Kamil telah menetapkan sebanyak 20 daerah di Jabar akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional pada 11 sampai 25 Januari 2021. Daerah yang sama untuk PPKM.

    "Pemerintah pusat kan menetapkan 8 daerah. Kami malah lebih agresif, meminta 20 daerah yang wajib melaksanakan PPKM mulai hari Senin," ujarnya.

    Ke-20 daerah tersebut yakni; Kabupaten Sukabumi, Sumedang, Cirebon, Garut, Karawang, Kuningan, Ciamis, Bandung, Bandung Barat, Majalengka, Bekasi, Subang, Bogor, Kota Depok, Tasikmalaya, Banjar, Bandung, Bogor, Bekasi, dan Cimahi.

    Daerah-daerah tersebut di atas dinilai memenuhi indikator penetapan wilayah PPKM Jawa dan Bali, di antaranya; tingkat kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional, tingkat kesembuhan dibawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional, tingkat kasus aktif di atas rata-rata tingkat kasus aktif nasional dan tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy ratio untuk intensive care unit (ICU) dan ruang isolasi di atas 70 persen.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.