Tito Karnavian Minta Pemda Rekrut Penganggur Jadi Petugas Pelacak Kontak

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta Pemerintah Daerah (Pemda) melakukan testing secara agresif dalam penanganan Covid-19.

    "Kami melihat dan menekankan perlunya agresif testing untuk mendapatkan data yang sebenarnya, yang positif. Jadi kita memerlukan data real, untuk itu perlu kegiatan screening. Ini tolong bisa dilaksanakan, sehingga dapat diketahui data yang sebenarnya melalui testing yang lebih agresif," ujar Tito melalui siaran pers pada Jumat, 8 Januari 2021.

    Menurut Tito, pemeriksaan dini penting dilakukan agar bisa mendapatkan perawatan dengan cepat. Tak hanya itu, dengan testing dan tracing yang agresif, diyakini dapat menghindari penularan Covid-19 ke orang lain.

    Untuk itu, Tito pun mengusulkan membentuk tim khusus yang akan melakukan pelacakan pada kontak-kontak terdekat pasien Covid-19.

    "Ini tracing harus dilakukan oleh tim yang dibentuk untuk itu," ucap Tito. Ia menyarankan agar memprioritaskan masyarakat yang menganggur untuk menjadi anggota tim khusus.

    "Ditarik untuk menjadi tenaga tracing di daerah masing-masing, kemudian diberikan insentif," kata Tito.

    Perekrutan petugas pelacak kontak atau contact tracing sudah dilakukan oleh Pemprov DKI sejak November 2020 lalu. Saat itu Gubernur DKI Anies Baswedan mengumumkan, kebutuhan 1.545 petugas pelacak kontak dan 10 manajer data untuk penanggulangan Covid-19.

    "Bukan relawan, itu tenaga profesional untuk melakukan pelacakan," kata Anies, Selasa 3 November 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.