Laporan Interim Uji Klinis Tahap III Vaksin Sinovac Sudah Diserahkan ke BPOM

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan bongkar muat vaksin COVID-19 Sinovac setibanya di Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar, Bali, Selasa, 5 Januari 2021. Sebanyak 31.000 dosis vaksin COVID-19 Sinovac yang tiba di Bali tersebut pada vaksinasi tahap awal diprioritaskan untuk tenaga kesehatan yang akan dilakukan pada 22 Januari 2021 mendatang. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

    Petugas melakukan bongkar muat vaksin COVID-19 Sinovac setibanya di Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar, Bali, Selasa, 5 Januari 2021. Sebanyak 31.000 dosis vaksin COVID-19 Sinovac yang tiba di Bali tersebut pada vaksinasi tahap awal diprioritaskan untuk tenaga kesehatan yang akan dilakukan pada 22 Januari 2021 mendatang. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Riset Uji Klinis Vaksin Virus Corona (SARS-CoV-2) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) telah menyerahkan laporan interim uji klinis tahap III vaksin Sinovac kepada PT Bio Farma (Persero).

    Laporan itu diserahkan kemarin malam, Kamis, 7 Januari 2021. "Iya, sudah diterima," ujar juru bicara Vaksinasi Covid- 19 dari PT Bio Farma, Bambang Herianto saat dikonfirmasi ihwal laporan tersebut, Jumat, 8 Januari 2021.

    Bio Farma selaku pihak sponsor, kata Bambang, kemudian lanjut mengirimkan laporan tersebut kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang berwenang mengeluarkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA).

    Laporan ini merupakan salah satu prasyarat mengajukan izin EUA. Jika EUA terbit, maka proses vaksinasi Covid-19 bisa mulai dilakukan. "Laporan sudah disampaikan ke BPOM. Nanti BPOM yang akan evaluasi," ujar Bambang.

    Namun, Bambang enggan menjelaskan isi laporan interim dari tim riset Bandung tersebut. BPOM akan menyampaikan informasi terkait proses penerbitan EUA siang nanti.

    Juru Bicara Vaksinasi BPOM, Lucia Rizka Andalusia sebelumnya menyatakan optimistis pihaknya bisa menerbitkan EUA sebelum jadwal vaksinasi perdana pada 13 Januari mendatang.

    "Kami masih menunggu data analisis tahap akhir yang akan segera diserahkan ke BPOM. Segera setelah memperoleh data, kami akan melakukan evaluasi dan diharapkan EUA dapat diberikan sebelum penyuntikan vaksin," ujar Rizka saat dihubungi Tempo pada Kamis, 7 Januari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.