4 Fakta Kebijakan Pembatasan Aktivitas Warga di Jawa dan Bali

Editor

Amirullah

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah memutuskan untuk mengambil kebijakan pembatasan aktivitas warga di Jawa dan Bali. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Bali yang akan menerapkan pembatasan aktivitas pada rentang waktu 11-25 Januari 2021. Keputusan ini diambil untuk menekan angka penularan Covid-19.

Berikut ini merupakan 5 fakta dari PSBB Jawa Bali.

1. Dilakukan karena pertambahan kasus Covid-19 yang terus naik

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto menjelaskan PSBB Jawa Bali diambil karena angka penularan Covid-19 masih tetap tinggi sampai saat ini. Pada awal Januari 2021 saja kondisi penambahan kasus sudah 51.986 kasus. Padahal per minggu di Desember 2020, angkanya masih 48.434 kasus. 

Untuk menanggulangi itu, kata Airlangga, diperlukan pembatasan aktivitas. Ia mengatakan kriteria yang ditetapkan untuk dilakukan pembatasan adalah provinsi atau kabupaten/kota yang memenuhi sejumlah parameter, hingga akhirnya tercetus kebijakan tersebut.

2. Pelaksanaan teknis pembatasan aktivitas Jawa dan Bali

Pembatasan aktivitas di Jawa dan Bali nantinya akan mengatur pembatasan tempat kerja dengan work from home (WFH) sebesar 75 persen dengan tetap melakukan protokol kesehatan secara ketat, kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Untuk sektor esensial dan kebutuhan masyarakat diizinkan tetap dapat beroperasi namun dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Pembatasan selanjutnya adalah melakukan pembatasan jam buka di pusat perbelanjaan sampai pukul 19.00 WIB. Di restoran, makan minum di tempat maskimal diisi hanya 25 persen dari kapasitas. Meski begitu pemesanan melalui take away tetap diizinkan. Untuk tempat ibadah, tetap diizinkan buka dengan kapastias maksimal 50 persen dan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

"Fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya dihentikan sementara. Kemudian kapasitas dan moda trasportasi diatur kemudian jam operasionalnya," kata Airlangga.

3. Pembatasan aktivitas dipastikan berdampak untuk ekonomi 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan rencana pemerintah menerapkan pembatasan aktivitas Jawa Bali memang harus dilakukan. Meskipun, kata dua, kebijakan tersebut berpotensi berdampak kepada turunnya perekonomian nasional.

"Pasti ada dampaknya terhadap perekonomian. Namun kalau itu tidak dilakukan dan malah getting worse, perekonomian juga akan buruk. Jadi pilihannya tidak banyak," ujar Sri Mulyani dalam konferensi video, Rabu, 6 Januari 2020.

4. Masyarakat diharapkan kurangi kegiatan masyarakat di luar

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan salah satu harapan kebijakan ini akan mengurangi mobilitas masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini.

Budi mengatakan tingkat kematian pada tenaga kesehatan masih tinggi. Terlebih potensinya semakin besar karena adanya tren kenaikan kasus pasca liburan panjang akhir tahun.

"Sudah lebih dari 500 tenaga kesehatan kita yang wafat. Oleh karena itu saya minta tolong. Tolong kita bantu mereka, kita lindungi mereka kita jaga mereka dengan mengurangi mobilitas dalam 2 minggu mulai tanggal 11 Januari," kata Budi. 






Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

3 jam lalu

Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

Tahun Baru Imlek adalah hari libur terpenting tahun ini di Cina.


Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

3 jam lalu

Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

Kementerian Kesehatan akan melakukan upaya sosialisasi vaksinasi Covid-19 untuk balita kepada masyarakat.


Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

20 jam lalu

Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

Jepang tak lagi mewajibkan pemakaian masker di dalam ruangan. Covid-19 disamakan dengan sakit flu biasa.


Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

1 hari lalu

Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

Sebelum pandemi Covid-19, tepatnya pada 2019, Indonesia mendapatkan kuota haji sebesar 231.000 jemaah.


Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

1 hari lalu

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono resmi mencabut aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).


Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

1 hari lalu

Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

Pakar kesehatan mengatakan penyakit campak lebih menular dari COVID-19 dengan daya tular pada 12 hingga 13 orang di sekitar pasien.


CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

1 hari lalu

CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

Dalam temuannya, CDC menyatakan lansia penerima vaksin booster Covid-19 Pfizer kedua kalinya berpotensi terkena stroke.


Kraken Masuk Indonesia, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Booster

2 hari lalu

Kraken Masuk Indonesia, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Booster

Pakar mengatakan apapun varian COVID-19, termasuk XBB.1.5 atau Kraken, protokol kesehatan belum berubah dan vaksin masih bermanfaat.


Airlangga Hartarto Buka Alasan Revisi Aturan Parkir Devisa Hasil Ekspor

2 hari lalu

Airlangga Hartarto Buka Alasan Revisi Aturan Parkir Devisa Hasil Ekspor

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan alasan pemerintah mengubah aturan agar devisa hasil ekspor.


Yuni Shara Vaksinasi Booster ke-2 di RSPAD Gatot Soebroto, Rasanya Seperti...

2 hari lalu

Yuni Shara Vaksinasi Booster ke-2 di RSPAD Gatot Soebroto, Rasanya Seperti...

Yuni Shara sengaja menggunakan gaun tanpa lengan agar memudahkannya menerima suntikan vaksin di lengan kirinya.