Kapolda Papua: Nabire Jadi Pintu Masuk Senjata Api untuk KKB

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw (kiri) didampingi Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab (kedua kiri) menyalami anggota Brimob di sela-sela upacara apel gabungan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin 14 Oktober 2019. TNI dan Polri bersinergi untuk meningkatkan pengamanan di Wamena. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw (kiri) didampingi Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab (kedua kiri) menyalami anggota Brimob di sela-sela upacara apel gabungan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin 14 Oktober 2019. TNI dan Polri bersinergi untuk meningkatkan pengamanan di Wamena. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, JakartaKapolda Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw menduga Nabire menjadi pintu masuk pengiriman senjata api dan amunisi untuk kelompok kriminal bersenjata (KKB).

    Dugaan itu diperkuat dengan ditangkapnya beberapa pelaku yang menjadi pemasok senjata api dan amunisi. Beberapa pelakunya merupakan anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) serta aparat keamanan.
     
    "Penyelidikan masih terus berlangsung, kami berharap dapat terungkap dengan menangkap para pihak yang terlibat," kata Waterpauw di Jayapura, seperti dikutip dari Antara pada Rabu, 6 Januari 2020.
    Kapolda Papua menyatakan, akan terus menyelidiki jaringan pemasok senjata api dan amunisi. Saat ini, kata dia, sudah ditemukan adanya pasokan senjata api asal Filipina yang dibawa dari Sanger Talaud, Sulawesi Utara.
    "Kami akan bekerja sama dengan berbagai pihak guna mengungkap jaringan tersebut mengingat," jata Waterpauw.

    Ia mengatakan, awalnya persenjataan yang dimiliki KKB lebih banyak berasal dari hasil rampasan dari aparat keamanan. Namun, saat ini sudah ada kelompok yang memasok termasuk anggota KNPB yang bertugas mencari senjata api dan amunisi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.