Ini Perkembangan Audit Kehalalan Vaksin Sinovac Oleh MUI

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan bongkar muat vaksin COVID-19 Sinovac setibanya di Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar, Bali, Selasa, 5 Januari 2021. Sebanyak 31.000 dosis vaksin COVID-19 Sinovac yang tiba di Bali tersebut pada vaksinasi tahap awal diprioritaskan untuk tenaga kesehatan yang akan dilakukan pada 22 Januari 2021 mendatang. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

    Petugas melakukan bongkar muat vaksin COVID-19 Sinovac setibanya di Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar, Bali, Selasa, 5 Januari 2021. Sebanyak 31.000 dosis vaksin COVID-19 Sinovac yang tiba di Bali tersebut pada vaksinasi tahap awal diprioritaskan untuk tenaga kesehatan yang akan dilakukan pada 22 Januari 2021 mendatang. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia telah menuntaskan pelaksanaan audit lapangan terhadap vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech, Cina, pada Selasa, 5 Januari 2021. Audit Vaksin Sinovac ini dilakukan di sejumlah tempat.

    "Tim auditor MUI telah menuntaskan pelaksanaan audit lapangan terhadap vaksin Sinovac, mulai di perusahaan Sinovac di Beijing, dan yang terakhir di Bio Farma, Bandung," kata Ketua MUI Bidang Fatwa dan Urusan Halal, Asrorun Niam, dalam keterangan tertulis Selasa, 5 Januari 2021.

    Ini merupakan audit lapangan lanjutan setelah tahun lalu tim dari MUI juga telah berangkat ke Sinovac Biotech di Cina. Asrorun mengatakan pelaksanaan audit lapangan dilanjutkan dengan diskusi pendalaman dengan direksi dan tim.

    "Dokumen yang dibutuhkan oleh tim auditor guna menuntaskan kajian, juga sudah diterima dari Sinovac," kata Asrorun.

    ADVERTISEMENT

    Ia mengatakan dalam kesempatan pertama, tim auditor akan merampungkan kajiannya. Dari sana, kajian kemudian akan dilaporkan ke dalam Sidang Komisi Fatwa. Setelah itu,

    Asrorun mengatakan baru kemudian pembahasan mengenai status kehalalan vaksin Covid-19 akan dibahas. "Komisi Fatwa akan melaksanakan Sidang Pleno Komisi untuk membahas aspek syar'i setelah menerima laporan, penjelasan dan pendalaman dengan tim auditor," kata Asrorun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.