Penyintas Covid-19 Diminta Bersedia Donor Plasma Konvalesen

Reporter

Editor

Amirullah

Anggota TNI AD melakukan donor darah dan donor plasma konvalesen dalam memperingati Hari Juang TNI AD, di lingkungan Kodam IX Udayana, Denpasar, Bali, Jumat 11 Desember 2020. Donor plasma konvalesen yang diperoleh dari kegiatan tersebut akan digunakan untuk membantu penyembuhan para penderita COVID-19. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa masyarakat bisa berkontribusi terhadap peningkatan angka kesembuhan pasien Covid-19. Kontribusi ini utamanya bisa dilakukan penyintas Covid-19.

"Masyarakat dapat berkontribusi dalam meningkatkan angka kesembuhan dan meningkatkan kualitas pelayanan Covid-19 dengan menjadi donor pada terapi plasma konvalesen," kata Wiku dalam konferensi pers, Selasa, 5 Januari 2021.

Wiku mengatakan, dengan menjadi donor, masyarakat turut berkontribusi menjunjung tinggi semangat gotong royong dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan penanganan pasien Covid-19, teutama pada kasus dengan gejala berat dan kritis.

Saat ini, kata Wiku, Indonesia sedang berusaha menyediakan bank donor plasma konvalesen untuk terapi pada pasien Covid-19 yang membutuhkan. Ia pun berharap sinergi yang baik antar lapisan masyarakat dalam penanganan Covid-19 dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa.

Plasma konvalesen adalah terapi pengobatan pasien Covid-19 dengan menggunakan antibodi penyintas Covid-19 yang sudah sembuh untuk diberikan pada pasien yang masih sakit, melalui plasma darah. Plasma adalah bagian dari darah dan merupakan 45 persen komponen darah.






Bahaya Diffuser dengan Campuran Cairan Antiseptik

14 jam lalu

Bahaya Diffuser dengan Campuran Cairan Antiseptik

Cairan antiseptik memiliki sejumlah kandungan yang membahayakan sehingga tak dianjurkan digunakan untuk campuran diffuser.


Begini Efek Setelah Mengidap Covid-19

23 jam lalu

Begini Efek Setelah Mengidap Covid-19

Usai mengidap Covid-19 ternyata dapat mempengaruhi fungsi kogitif otak. Apa efek samping lainnya?


PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

1 hari lalu

PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

Pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) wilayah Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali


DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

3 hari lalu

DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada Ahad, 2 Oktober 2022, bertambah 1.322 kasus dengan provinsi penyumbang tertinggi DKI Jakarta.


Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

3 hari lalu

Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

Ratusan penghuni Apartemen Lavande Residences, Jakarta Selatan mengikuti kegiatan donor darah bertempat di lantai dasar apartemen.


Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

5 hari lalu

Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

Update Covid hari ini Jumat 30 September 2022 bertambah 1.857 kasus sehingga total mencapai 6.431.624 orang.


Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

5 hari lalu

Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

Australia akan menghapus wajib isolasi mandiri di rumah lima hari untuk orang yang terinfeksi Covid-19, yang membuat ahli kesehatan khawatir


Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

5 hari lalu

Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

Jokowi ingin pengendalian inflasi dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah.


Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

6 hari lalu

Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

Kementerian Kesehatan Malaysia mengeluarkan kebijakan baru tidak lagi mewajibkan penumpang menggunakan masker dalam pesawat terbang.


Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

6 hari lalu

Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

Sri Mulyani menjelaskan, masalah utama pandemi Covid-19 adalah terancamnya jiwa manusia.