Pembebasan Abu Bakar Baasyir Dinilai Tak akan Berpengaruh ke Aktivitas Terorisme

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Narapidana terorisme Abu Bakar Baasyir melakukan cek kesehatan rutin RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, pada Selasa, 29 Januari 2019. Baasyir tiba di RSCM pukul 10.00 WIB. Foto: Tim Kuasa Hukum Baasyir

    Narapidana terorisme Abu Bakar Baasyir melakukan cek kesehatan rutin RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, pada Selasa, 29 Januari 2019. Baasyir tiba di RSCM pukul 10.00 WIB. Foto: Tim Kuasa Hukum Baasyir

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat terorisme, Al Chaidar, menilai pembebasan Abu Bakar Baasyir tak akan berpengaruh pada aktivitas terorisme di Indonesia.

    Dia mengatakan pengaruh Baasyir di organisasi terorisme sudah tidak ada. “Sudah tidak berpengaruh lagi,” kata dia saat dihubungi, Senin, 4 Januari 2021.

    Al Chaidar mengatakan Baasyir sudah tak memiliki pengaruh di Jamaah Islamiyah (JI). Menurut dia, Baasyir, bahkan sudah tidak lagi berhubungan dengan kelompok itu setelah mendirikan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT).

    “Ini yang mengakibatkan orang-orang JI tidak lagi respect dan tidak lagi menaruh dia sebagai pemimpin spiritual,” kata Chaidar.

    ADVERTISEMENT

    Selain itu, kata dia, Baasyir juga sudah tidak memiliki hubungan dengan organisasi teroris Al Qaeda di Afghanistan. “Kepemimpinan Abu Bakar Baasyir tak lagi diakui dan tidak lagi menjadi acuan,” kata dia.

    Sebelumnya, Baasyir akan bebas murni pada 8 Januari 2021 dari Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Baasyir telah menjalani vonis 15 tahun dalam kasus terorisme. Dia mendapatkan remisi sebanyak 55 bulan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.