Kasus Covid-19 Terus Naik, Budi Gunadi Akan Tambah 30 Persen Kapasitas Bed

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto menyebut tren kasus Covid-19 terus meningkat, terutama sejak akhir Desember 2020. Catatan pemerintah, kasus aktif per 3 Januari sebanyak 110.679 kasus.

    Untuk itu, pemerintah akan mendorong optimalisasi tempat tidur baik di rumah sakit umum daerah maupun rumah sakit swasta dengan target peningkatan kapasitas tempat tidur 30 persen untuk pasien Covid-19.

    "Alokasi untuk penanganan Covid-19 ditingkatkan menjadi 30 persen dan Pak Menteri Kesehatan Budi Gunadi akan mempersiapkan hal tersebut," ujar Airlangga dalam konferensi pers, usai mengikuti rapat internal penanganan Covid-19 di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Senin, 4 Januari 2020.

    Selain meningkatkan kapasitas tempat tidur, kata Airlangga, pemerintah juga akan memperketat pelaksanaan protokol kesehatan dengan melakukan operasi kedisiplinan atau operasi yustisi. "Kemudian terus secara konsisten menjalankan 3M dan 3T secara tepat sasaran," ujarnya.

    Kementerian Kesehatan, lanjut Airlangga, juga akan menambah jumlah tenaga kesehatan. "Targetnya 10.000, terutama peningkatan perawat di sejumlah 7.900 orang di 1.141 fasilitas kesehatan," tuturnya.

    Pasca libur natal dan tahun baru ini, lanjut Airlangga, pemerintah akan melakukan evaluasi kebijakan dalam dua minggu ke depan. "Seperti liburan-liburan sebelumnya itu biasanya dimonitor dalam dua minggu ke depan," ujar Menteri Bidang Koordinator Perekonomian ini.

    Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin sebelumnya memprediksi lonjakan kasus Covid-19 usai libur panjang Natal dan Tahun Baru akan mulai terlihat pada medio Januari 2021.

    "Pengalaman sebelumnya menunjukkan lonjakan infeksi itu akan terjadi 10-14 hari sesudah liburan selesai. Jadi, kalau liburan selesai di sekitar 1 atau 2 Januari 2021, maka lonjakan kasus akan terjadi sekitar tanggal 16 sampai 18 Januari 2021," ujar Budi dalam konferensi pers virtual di Kantor Presiden, Jakarta pada Selasa, 29 Desember 2020.

    Berdasarkan data sebelumnya, ujar Budi, liburan panjang selalu menyumbang sekitar 30 sampai 40 persen penambahan kasus. Sementara saat ini, kata Budi, jumlah tempat tidur di ruang ICU dan ruang isolasi khusus pasien Covid-19 di banyak rumah sakit di Indonesia, sudah cukup penuh.

    Khususnya, di enam provinsi yang memiliki riwayat kenaikan kasus tertinggi usai libur panjang, yakni; DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI. Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan. Di enam provinsi tersebut, kondisi keterisian ICU dan tempat tidur isolasi sudah melampaui batas aman 70 persen.

    Untuk mengantisipasi lonjakan ini, kata Budi Gunadi,  Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk memastikan bahwa rumah sakit di seluruh daerah tersebut siap. "Ruang isolasi yang cukup, ranjangnya cukup, ICU-nya cukup, dokternya juga cukup, perawatnya ada, obatnya siap, alat pelindung diri siap dan lain sebagainya," ujarnya.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.