FPI Dibubarkan, PB NU: Pemerintah Tidak Anti-Islam

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi mengangkut sejumlah atribut Front Pembela Islam (FPI) yang telah dicopot di Petamburan, Jakarta, Rabu, 30 Desember 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Polisi mengangkut sejumlah atribut Front Pembela Islam (FPI) yang telah dicopot di Petamburan, Jakarta, Rabu, 30 Desember 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) mengatakan pemerintah tidak anti-Islam meski telah membubarkan FPI

    "Kalau anti-Islam, organisasi-organisasi lainnya ya tidak akan ada. Kan masih banyak organisasi, ada 80-an organisasi Islam masih tetap jalan," kata Ketua PB NU Marsudi Syuhud, seperti dikutip dari Antara, Ahad, 3 Januari 2021.

    Menurut dia, FPI dibubarkan pemerintah karena tidak memiliki kedudukan hukum sebagai ormas. Pada sisi lain dia menyatakan seandainya organisasi itu mempunyai kedudukan hukum, dia yakin ormas itu tidak akan dibubarkan.

    Ia juga sepakat dengan alasan pemerintah membubarkan FPI karena dinilai berseberangan dengan Pancasila sebagai ideologi bangsa.

    ADVERTISEMENT

    Jadi, kata dia, pembubaran FPI bukan karena organisasi yang dipimpin Rizieq Shihab itu berbasis Islam. "Kalau karena Islam atau tidak, yang lain bubar juga dong. Ada banyak ormas Islam yang umurnya dengan Indonesia saja, ada yang berdirinya sudah lebih dulu," ujar dia.

    Ia meminta pemerintah ke depan perlu berdialog dengan semua ormas agar berjalan sesuai ideologi bangsa. "Mengetengahkan yang di ujung kanan dan mengetengahkan yang di ujung kiri. Itu disebut tawassuth atau tawajultawassuthiyah, semuanya ke tengah," kata dia.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.