Positif Covid-19, Politikus PAN Ali Taher Meninggal

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ali Taher. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    Ali Taher. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Ali Taher Parasong meninggal sekitar pukul 14.00 hari ini, Ahad, 3 Januari 2021 di RS Islam Cempaka Putih, Jakarta. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu diketahui meninggal karena Covid-19.

    "Benar, PAN secara nasional berduka cita yang amanat mendalam atas wafatnya Abangda Ali Taher Parasong," ujar Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay saat dihubungi Tempo, Ahad, 3 Januari 2020.

    Saleh bercerita, Ali diketahui positif Covid-19 sekitar lima hari yang lalu. Ia lalu dibawa ke RS Islam Cempaka Putih, Jakarta untuk menjalani perawatan intensif. Kemarin, kondisi Ali sempat drop hingga harus dipasangkan alat bantu pernapasan.

    "Drop kemarin sekitar pukul 16.00. Setelah dipasang selang, sudah mendingan habis magrib itu. Tadi pagi beliau masih bisa berbincang lewat telepon dengan Ketum Zulkifli Hasan. Tapi setelah Zuhur tadi, kondisi beliau drop drastis sampai akhirnya meninggal," ujar Saleh.

    Partai Amanat Nasional, ujar Saleh, sangat kehilangan akan kepergian tokoh senior partai yang menjadi panutan bagi kader-kader mereka. "Beliau pejuang kami di Komisi VIII dan Baleg yang bersuara nyaring mengadvokasi publik. Beliau juga  Ketua Fraksi PAN di MPR," ujar Saleh.

    "Kami benar-benar kehilangan. Beliau sosok humanis yang humoris. Kami akan kesulitan menemukan sosok seperti beliau lagi di partai," lanjutnya.

    Sampai saat ini, ujar Saleh, pihak rumah sakit masih berkoordinasi dengan keluarga ihwal pemakaman Ketua Mahkamah Partai mereka itu. "Kita doakan semoga beliau khusnul khatimah dan seluruh keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...