Kasus Covid-19 Harian di Angka 8.000, Pemerintah Diminta Tarik Rem Darurat

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan melakukan swab tes pada petugas KPPS Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, yang punya kontak erat dengan pasien positif Covid-19 di halaman kantor Desa Lengkong, Senin, 30 November 2020. Tes swab dilakukan kepada sejumlah petugas yang hasil rapid tesnya reaktif atau memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19. TEMPO/Prima Mulia

    Petugas kesehatan melakukan swab tes pada petugas KPPS Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, yang punya kontak erat dengan pasien positif Covid-19 di halaman kantor Desa Lengkong, Senin, 30 November 2020. Tes swab dilakukan kepada sejumlah petugas yang hasil rapid tesnya reaktif atau memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah diminta segera menarik rem darurat lantaran penambahan kasus Covid-19 harian kian tinggi. Dalam beberapa hari terakhir, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 menginjak kisaran angka 8.000 orang.

    Epidemiolog Universitas Airlangga Windhu Purnomo mengatakan langkah menarik rem darurat bahkan seharusnya sudah diambil pemerintah sejak dua bulan lalu. Menurut Windhu, melonjaknya kurva pertambahan kasus yang lebih tajam dari sebelumnya seharusnya cukup menjadi alasan pemerintah mengambil kebijakan tersebut.

    "Seharusnya pemerintah sejak pertengahan November 2020 sudah menarik rem darurat," kata Windhu kepada Tempo, Jumat malam, 1 Januari 2020. Windhu mengatakan pada medio November itu pun jumlah kasus Covid-19 di Tanah Air sudah melonjak tajam dibanding sebelumnya.

    Ia mengatakan kurva ini memang terus mendaki dan belum mencapai puncak. Pada pertengahan November, penambahan kasus positif Covid-19 harian berada di kisaran 4.000. Angka ini meningkat dibandingkan awal November yang berada di kisaran 2.000-3.000 kasus.

    ADVERTISEMENT

    Kemudian dalam tiga hari terakhir, penambahan kasus Covid-19 harian mencapai angka 8.000. Pada 30-31 Desember 2020 dan 1 Januari 2021, angka penambahan kasus Covid-19 secara berturut-turut, yakni 8.002 kasus, 8.074 kasus, dan 8.072 kasus.

    DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan penambahan kasus harian tertinggi. Namun, kapasitas pengetesan di Ibu Kota juga lebih tinggi dibanding daerah lainnya. Selain DKI, empat provinsi lain yang penambahan kasus Covid-19 juga banyak ialah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengambil kebijakan emergency break alias rem darurat usai libur Tahun Baru 2021, jika kasus penularan Covid-19 terus naik. Kebijakan ini diambil untuk memperketat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB agar angka penularan dapat ditekan.

    "Kami akan lihat nanti beberapa hari ke depan setelah tanggal 3 Januari 2021. Apakah dimungkinkan Pak Gubernur akan ada emergency break, nanti kami akan lihat sesuai dengan fakta dan data," ujar Wakil Gubernur atau Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Ahad, 27 Desember 2020.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Warga Tak Punya NIK Bisa Divaksinasi, Simak Caranya

    Demi mencapai target tinggi untuk vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan memutuskan warga yang tak punya NIK tetap dapat divaksin. Ini caranya...