5 Aksi Menteri Sosial Risma: Datangi Flyover Sampai Ajak Bisnis Pecel Lele

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Tri Rismaharini saat serah terima jabatan di Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu, 23 Desember 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Menteri Sosial Tri Rismaharini saat serah terima jabatan di Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu, 23 Desember 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Tri Rismaharini langsung terjun ke lapangan tak lama setelah dilantik menjadi Menteri Sosial oleh Presiden Jokowi. Perempuan yang akrab disapa Risma ini melakukan berbagai kegiatan yang langsung menuai sorotan publik.

    Salah satunya ketika ia meyambangi warga yang tinggal di jalan layang di belakang Kementerian Sosial. Tempo mencatat sejumlah aksi yang dilakukan Risma dan ini di antaranya:

    Bibit Lele dan Sambal Tempe Goreng

    Mensos Risma tidak langsung berkantor di Jakarta usai dilantik di Istana Negara oleh Presiden Jokowi. Ia harus kembali ke Surabaya untuk membawa sejumlah perlengkapan kerjanya.

    ADVERTISEMENT

    Balik ke Jakarta, Minggu, 27 Desember 2020, Risma memilih jalur darat agar bisa berhenti di sejumlah tempat. Salah satu yang disambangi pertama kali adalah para penyandang disabilitas intelektual di Ponorogo, Jawa Timur.

    Di sana, Risma ternyata sudah membawa bibit lele untuk bisa dikelola oleh mereka. “Mereka harus punya kemandirian dengan perlahan mengurangi ketergantungan kepada orang lain," kata Risma dalam keterangan tertulis.

    Tak hanya itu, Risma membawa bantuan sambal goreng tempe yang dibeli dari industri rumahan di kawasan Doly Surabaya. Daerah lokalisasi yang sudah berganti menjadi pemukiman warga, saat Risma menjadi Wali Kota Surabaya.

    Pemulung di Flyover

    Tri Rismaharini lalu mulai berkantor di Jakarta pada Senin, 28 Desember 2020. Di hari pertama ini, Risma tidak langsung menuju kantor, tapi justru menyambangi sejumlah lokasi di sekitar Kantor Kementerian Sosial di Jakarta Pusat.

    Pertama, Risma menuju Flyover Pramuka, Jalan Pramuka Sari II. Di sana, Risma berdialog dengan seorang pemulung dengan gerobaknya yang bersiap melakukan rutinitas pagi bersama istrinya.

    Kepada Risma, pemulung ini menyebut penghasilan mereka sebulan mencapai Rp 800 ribu. Sebagian dari penghasilan tersebut dikirimkan untuk anak mereka di kampung. Risma berbagi kiat seputar bisnis kepada mereka.

    “Bapak-ibu saya carikan ‘rumah’ jadi nggak perlu ada biaya ngontrak. Tetap cari sampah seperti ini. Nanti sampah dari Kementerian Sosial bisa untuk bapak. Sambil saya ajari usaha. Masak mau terus kaya gini, ya. Mau ya,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.