8 Poin Rencana Menkes Budi Gunadi Sadikin Terkait Vaksinasi Covid-19

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melihat langsung kedatangan 1,8 juta dosis Vaksin Covid-19, Sinovac di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng (31/12) Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melihat langsung kedatangan 1,8 juta dosis Vaksin Covid-19, Sinovac di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng (31/12) Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terus menyampaikan sejumlah perkembangan terbaru terkait rencana vaksinasi Covid-19. Mulai dari jenis vaksin yang akan digunakan hingga persiapan menjelang penyuntikan ke masyarakat.

    Tempo mencatat sejumlah poin utama yang disampaikan Budi terkait vaksinasi ini, berikut di antaranya:

    1. 181 Juta Orang

    Budi menyebut target vaksinasi ini akan menyasar 181 juta orang untuk menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity. Angka ini berasal dari perhitungan 269 juta masyarakat Indonesia, 188 juta di antaranya berusia di atas 18 tahun.

    Kelompok usia inilah yang ditargetkan akan divaksin guna menciptakan herd immunity. Dari total 188 juta orang ini, akan dikeluarkan lagi kelompok yang memiliki komorbid berat, pernah positif Covid-19, dan ibu hamil (kategori ekslusi).

    ADVERTISEMENT

    "Maka jumlah yang menjadi target vaksinasi adalah 181 juta rakyat," ujar Budi dalam konferensi pers virtual di Kantor Presiden, Jakarta pada Selasa, 29 Desember 2020.

    2. 426 Juta Dosis Vaksin

    Lalu, pemerintah juga memperhitungkan bahwa satu orang membutuhkan dua dosis vaksin dan guideline World Health Organization (WHO) bahwa harus ada 15 persen cadangan vaksin. Maka total vaksin yang diperlukan sekitar 426 juta dosis vaksin.

    "Ini adalah jumlah yang sangat besar, untuk itu pemerintah sudah berusaha keras untuk memastikan kita bisa mengamankan jumlah ini," ujar Budi Gunadi Sadikin.

    3. Lima Jalur Pengadaan

    Bekas Wakil Menteri BUMN itu menyebut, ada lima jalur pengadan vaksin yang sudah ditempuh pemerintah. Empat di antaranya sifatnya bilateral dan satu bersifat multilateral.

    Perjanjian pengadaan vaksin bersifat bilateral dilakukan dengan Sinovac dari Cina, Novavax dari Amerika-Kanada, AstraZeneca dari London, Inggris dan Pfizer dari Jerman-Amerika.

    Sementara pengadaan vaksin secara multilateral dilakukan melalui Gavi dengan produk vaksin COVAX/GAVI, lewat koalisi sejumlah negara. Nantinya, negara yang tergabung akan menerima vaksin Covid-19 sebanyak 20 persen dari populasi negaranya.

    4. Tahap Pertama dan Kedua

    Budi berharap tahap satu proses vaksinasi, yaitu penyediaan dan persetujuan vaksin, bisa diselesaikan segera. "Seminggu, dua minggu lagi," kata Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 30 Desember 2020.

    Bila tahap pertama ini rampung, kata Budi, maka Kemenkes bisa masuk ke tahap kedua, yaitu distribusi vaksin ke seluruh pelosok tanah air. "Dalam jangka waktu yang singkat," kata dia.

    Hingga kemudian di tahap ketiga, vaksinasi atau penyuntikan vaksin Covid-19 secara massal digelar di seluruh titik layanan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.